MAKASSAR, UPEKS— Universitas Negeri Makassar (UNM) membagikan sebanyak 11.040 jas almamater secara gratis kepada calon mahasiswa baru jenjang sarjana (S1).
Pembagian tersebut menjadi bagian dari penyambutan mahasiswa baru sekaligus upaya memperkuat identitas mereka sebagai bagian dari keluarga besar UNM sebelum mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).
Kegiatan pembagian jas almamater berlangsung di Menara Pinisi UNM, Senin (3/8/2026), dan dilaksanakan selama dua hari. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Andi Aslinda, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Prof Hartati, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Arifin Manggau, serta Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Prof Syahruddin.
Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UNM, Prof Farida Patittingi, mengatakan pemberian jas almamater secara gratis merupakan bentuk kepedulian kampus kepada mahasiswa baru yang resmi bergabung di UNM.
“Ini sebagai bentuk apresiasi kepada anak-anak kita untuk pertama kali datang di Universitas Negeri Makassar untuk memahami bahwa betapa almamater care kepada mereka,” ujarnya.
Menurut Prof Farida, jas almamater tidak hanya berfungsi sebagai pakaian resmi mahasiswa, tetapi juga menjadi simbol identitas, kebersamaan, serta penguatan karakter selama menempuh pendidikan di UNM.
“Harapan besarnya adalah mereka dapat memakai jas almamater ini bukan hanya sekedar pakaian, tetapi sebagai simbol kekuatan, kebersamaan, penguatan karakter, dan satu identity Universitas Negeri Makassar,” jelasnya.
Ia menjelaskan, pembagian jas almamater dilakukan secara bertahap. Pada hari pertama, pembagian diberikan kepada mahasiswa dari lima fakultas, sedangkan lima fakultas lainnya dijadwalkan menerima jas almamater pada hari berikutnya.
“Hari ini 5 fakultas, besok 5 fakultas. Total 10 fakultas,” ujarnya.
Prof Farida menambahkan, pembagian jas almamater bukan merupakan rangkaian penerimaan resmi mahasiswa baru. Penyambutan secara resmi akan dilaksanakan melalui kegiatan PKKMB pada 12–13 Agustus 2026.
“Dan tentu pesan awalan adalah ya mereka ada di sini sebagai satu keluarga besar Universitas Negeri Makassar, yang tentu mereka harus memahami nilai-nilai, nilai karakter yang kuat, integritas yang kuat, ya, landasan moral yang kuat,” ujarnya.
Ia berharap mahasiswa baru tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga aktif mengembangkan kapasitas diri melalui berbagai kegiatan kemahasiswaan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jadi terpadu antara kegiatan akademik dengan kegiatan kemahasiswaan yang memberikan tentu kontribusi dan dampak luas pada dirinya dan nanti insyaAllah berdampak pada masyarakat,” tuturnya.
Di sisi lain, Prof Farida mengingatkan bahwa mahasiswa baru diwajibkan memprioritaskan kegiatan akademik selama tiga semester pertama. Selama masa tersebut, mahasiswa belum diperbolehkan menjadi pengurus organisasi kemahasiswaan sesuai aturan internal UNM.
“Karena memang begitu peraturan. Peraturan kemahasiswaan kita, untuk 3 semester pertama itu mereka harus fokus dulu, mereka tidak boleh dulu menjadi pengurus lembaga kemahasiswaan. Tetapi kalau untuk mengikuti kegiatan-kegiatan, boleh,” pungkasnya. (jir)

