MAKASSAR, UPEKS – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menegaskan komitmennya memperkuat konektivitas maritim dan efisiensi logistik nasional sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Pelindo Group Wilayah Kerja Makassar, Senin (17/8).
Upacara yang berlangsung di pelataran parkir Kantor Pelindo Regional 4, Makassar, dipimpin Wakil Direktur Utama Pelindo, Drajat Sulistyo selaku inspektur upacara.
Dalam kesempatan tersebut, Drajat membacakan amanat Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, yang menekankan bahwa kemerdekaan harus diisi melalui karya nyata, termasuk menjaga kedaulatan ekonomi dan memperkuat pemerataan pembangunan melalui sektor kepelabuhanan.
“Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, laut bukanlah pemisah bagi Indonesia. Laut adalah pemersatu, pelabuhan adalah penghubung, dan konektivitas merupakan urat nadi perekonomian bangsa,” ujar Drajat saat membacakan amanat tersebut.
Menurutnya, Pelindo memegang peran strategis dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia. Setiap pelayanan kapal, aktivitas bongkar muat, pergerakan penumpang, serta mata rantai logistik yang dihubungkan melalui pelabuhan memiliki arti penting bagi ketahanan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Pelindo juga berkomitmen menghadirkan keadilan melalui konektivitas yang merata. Pengembangan tidak hanya difokuskan pada pelabuhan besar, tetapi juga pelabuhan kecil dan perintis yang menjadi penghubung utama bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan.
Standar keselamatan, kemudahan, serta mutu pelayanan yang sama diharapkan dapat dirasakan di seluruh pelabuhan, mulai dari Tanjung Priok, Tanjung Perak, Belawan, Makassar, hingga dermaga-dermaga di pelosok Nusantara.
“Selisih harga barang antara Jawa dan wilayah timur Indonesia, serta antara kota besar dan pulau-pulau terluar, pada dasarnya merupakan selisih biaya logistik. Di sanalah peran Pelindo menjadi sangat berarti,” katanya.
Dari sisi kemakmuran, peningkatan produktivitas bongkar muat, penurunan waktu tunggu dan masa tambat kapal, serta efisiensi rantai pasok dinilai dapat menekan biaya logistik nasional, menjaga keterjangkauan harga barang, dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Manfaat ekonomi tersebut juga diarahkan agar tumbuh di sekitar kawasan pelabuhan melalui pengembangan wilayah penyangga, penciptaan lapangan kerja, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah, serta penerapan operasional pelabuhan yang semakin ramah lingkungan.
Langkah itu sejalan dengan transformasi BUMN yang diperkuat melalui Danantara Indonesia, terutama dalam mengoptimalkan aset-aset strategis negara dan menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, Pelindo terus memperkuat perannya sebagai pengelola infrastruktur strategis sekaligus pendukung agenda nasional di bidang konektivitas, logistik, dan pertumbuhan ekonomi.
Menghadapi dinamika geopolitik, perubahan pola perdagangan global, perkembangan teknologi, tuntutan keberlanjutan, serta kompetisi antarpelabuhan, seluruh Port Captain Pelindo diminta terus adaptif, bergerak lebih cepat, dan berani melakukan perubahan.
Dalam amanatnya, Achmad juga menyampaikan simpati kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur yang terdampak gempa bumi. Seluruh pekerja Pelindo, khususnya di wilayah terdampak, diminta meningkatkan kewaspadaan dan memastikan kesiapan fasilitas serta peralatan.
“Tidak ada target operasional yang lebih penting daripada keselamatan manusia,” tegasnya.
Upacara tersebut turut dihadiri Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Azis, jajaran direksi dan manajemen anak usaha Pelindo Group Wilayah Kerja Makassar, serta jajaran manajemen Pelindo Regional 4.
Melalui momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pelindo bertekad semakin memperkuat perannya sebagai pintu gerbang perdagangan Indonesia, penghubung Nusantara, penggerak ekosistem maritim, dan salah satu kekuatan ekonomi nasional.(rls)

