Batui, Upeks.co.id – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi terus mendorong kemandirian Kelompok Tani Kopi Batui Oishii melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Elektrifikasi Agrikultur dan Pelatihan Hilirisasi Hasil Pertanian. Bantuan tersebut diserahkan di area perkebunan kopi Desa Kayoa, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, pada Selasa (28/7). Perkebunan yang dikelola kelompok tani tersebut berada di sekitar jalur transmisi 150 kilovolt (kV).
Program yang dimulai sejak 2024 ini telah memasuki tahap akhir pendampingan pada 2026. Pada fase kemandirian atau exit strategy tersebut, intervensi difokuskan untuk melengkapi rantai usaha kelompok, mulai dari pengolahan hasil panen hingga penyajian produk kopi yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Bantuan yang diserahkan meliputi dukungan pembelian bahan baku buah kopi atau cherry, pembangunan bak perendaman kopi, pengadaan mesin espresso, mesin penggiling kopi, serta perlengkapan barista. PLN UIP Sulawesi juga memberikan pelatihan barista dan penyangraian kopi untuk meningkatkan keterampilan anggota kelompok dalam mengolah dan menyajikan produknya.
Ketua Kelompok Tani Kopi Batui Oishii, Moh. Fadly Hi. Umar, mengatakan pendampingan PLN yang dilakukan secara bertahap telah memberikan dampak nyata terhadap perkembangan usaha kelompok. “Sejak awal kami merintis usaha ini bersama PLN. Dukungan tahun ini melengkapi rantai produksi kami sehingga kopi yang dihasilkan dapat diolah dan dipasarkan dengan nilai jual yang lebih tinggi. Dampaknya mulai terlihat, termasuk semakin banyak warga Batui yang tertarik bergabung dan berkembang bersama kelompok,” ujar Fadly.
Sekretaris Kecamatan Batui, Ambodalle US Dg. Manessa, turut mengapresiasi konsistensi PLN UIP Sulawesi dalam mendampingi kelompok tani selama tiga tahun terakhir. Menurutnya, program tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas petani, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.
“Kami mengapresiasi bantuan dan pendampingan yang telah dilaksanakan PLN selama tiga tahun berturut-turut. Program ini memberikan keterampilan baru, membuka peluang kerja, dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Batui,” ungkap Ambodalle.
General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menjelaskan bahwa pendampingan selama tiga tahun dirancang agar kelompok tani mampu mengelola usaha kopi secara mandiri, mulai dari proses produksi hingga hilirisasi. “Pada tahap akhir program ini, kami ingin memastikan Kelompok Tani Kopi Batui Oishii memiliki sarana dan keterampilan yang cukup untuk melanjutkan serta mengembangkan usahanya secara mandiri. Keberhasilan program TJSL tidak hanya dilihat dari bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk berdikari, memperluas pasar, dan menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Aditya.
Aditya menambahkan, semangat kemandirian yang dibangun melalui program tersebut sejalan dengan semangat peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. PLN UIP Sulawesi berkomitmen untuk terus menghadirkan program TJSL yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi lokal di sekitar pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. (*)




