Tender Jembatan Pakere Dimulai, Maros Pacu Pembangunan Jalur yang Lama Terputus

Tender Jembatan Pakere Dimulai, Maros Pacu Pembangunan Jalur yang Lama Terputus

Makassar, Upeks.co.id — Hampir setahun warga memutar jalan karena jembatan ambruk. Kini harapan itu mulai dibangun lagi. Pemerintah Kabupaten Maros menyiapkan Rp3 miliar untuk memulai tahap pertama pembangunan Jembatan Pakere, dimulai dari pondasi yang akan menopang konektivitas ribuan warga.

Jalan yang putus membuat perjalanan menjadi lebih panjang. Sejak Jembatan Pakere atau Jembatan Haji Bohari ambruk pada November 2025, warga Desa Tanete dan Desa Bontotallasa harus mencari jalan lain untuk mencapai Kota Maros. Kini pembangunan itu mulai bergerak.

Bacaan Lainnya

Pemerintah Kabupaten Maros memasuki tahapan tender pembangunan jembatan dengan menyiapkan anggaran Rp3 miliar sebagai tahap awal pekerjaan konstruksi. Dokumen pengadaan sedang disiapkan sebelum proses lelang dilanjutkan dengan pemasukan penawaran, evaluasi, penetapan pemenang, hingga penandatanganan kontrak.

Jembatan Haji Bohari menjadi penghubung penting antara Desa Tanete dan Desa Bontotallasa. Letaknya hanya sekitar 3,5 kilometer dari pusat Kota Maros. Setelah jembatan runtuh, warga terpaksa memutar melalui poros Bantimurung sejauh hampir tujuh kilometer atau melewati Ammarang, Kecamatan Tanralili, dengan jarak sekitar sembilan kilometer.

Bupati Maros, AS Chaidir Syam, mengatakan seluruh persyaratan administrasi telah diselesaikan. Hibah lahan dari masyarakat yang terdampak juga telah rampung sehingga proses tender bisa segera dimulai.

“Administrasi dana hibah dari masyarakat alhamdulillah sudah selesai dan saat ini proses tender segera dimulai,” katanya.

Chaidir menjelaskan pemerintah melakukan penyesuaian terhadap Rencana Anggaran Biaya akibat kenaikan harga material. Namun nilai anggaran tetap Rp3 miliar. Penyesuaian hanya dilakukan pada aspek teknis, termasuk volume pekerjaan, tanpa mengurangi mutu konstruksi.

Pemerintah menargetkan pekerjaan fisik dimulai sekitar September 2026 setelah seluruh tahapan tender selesai.

“Kami harapkan dua bulan ke depan sudah mulai dikerjakan karena proses tender juga membutuhkan waktu sekitar satu bulan,” ujarnya.

Pembangunan jembatan dilakukan secara bertahap melalui skema multi-years. Tahun pertama difokuskan pada pembangunan pondasi sebagai dasar utama struktur jembatan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTRPP Maros, Muhammad Alif Husnaeni, mengatakan anggaran tahun ini digunakan untuk membangun bangunan bawah, terutama pondasi tiang pancang di kedua sisi jembatan sesuai hasil perencanaan detail engineering design (DED).

Menurutnya, pembangunan Jembatan Pakere menjadi salah satu proyek prioritas karena menyangkut akses dan aktivitas masyarakat setiap hari.

Pemkab Maros berharap seluruh pembangunan dapat selesai pada 2027 apabila dukungan anggaran pada tahun berikutnya tersedia. Berdasarkan perencanaan awal, kebutuhan dana untuk menyelesaikan keseluruhan konstruksi diperkirakan mencapai Rp25 miliar, dengan kemungkinan bertambah mengikuti perkembangan harga material.(Alfi)