TAKALAR, UPEKS – Universitas Negeri Makassar (UNM) terus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun Anggaran 2026 bertajuk “Eco-Edu Puntondo: Pendidikan Lingkungan Partisipatif Berbasis Matematika Kontekstual dan Agrowisata Berkelanjutan”. Kegiatan ini dilaksanakan di Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo, Kabupaten Takalar.
PKM ini diketuai oleh Nurwati Djam’an, S.Pd., M.Pd., Ph.D. dengan fokus mengembangkan model pembelajaran matematika yang mengintegrasikan Pendidikan lingkungan, literasi numerasi, dan potensi agrowisata sebagai media pembelajaran yang partisipatif dan berkelanjutan. Untuk mendukung keberlanjutan program, tim PKM mengembangkan platform digital Eco-Edu Puntondo, yakni sebuah website pembelajaran yang menjadi pusat informasi, media edukasi, modul pembelajaran, aktivitas interaktif, serta dokumentasi potensi lingkungan dan agrowisata Puntondo. Kehadiran platform ini diharapkan memperluas jangkauan pembelajaran, memperkuat literasi lingkungan masyarakat, dan menjadi model implementasi pendidikan lingkungan berbasis teknologi yang dapat direplikasi di berbagai daerah.
“PKM ini mengintegrasikan pembelajaran matematika dengan pendidikan lingkungan melalui berbagai aktivitas berbasis proyek, eksplorasi lingkungan, dan pemanfaatan potensi agrowisata sebagai laboratorium belajar. Program Eco-edu ini tidak hanya meningkatkan kemampuan berpikir logis, literasi numerasi, dan pemecahan masalah yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, tetapi juga membangun kesadaran dan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan. Dengan demikian, peserta didik diharapkan mampu menerapkan pengetahuan matematikanya untuk mendukung pengambilan keputusan yang bertanggung jawab serta berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan,” jelas Nurwati.
Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui kolaborasi multipihak antara FMIPA Universitas Negeri Makassar, Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo, dan Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) Universitas Hasanuddin. Pada kegiatan ini, PSLH Universitas Hasanuddin diwakili oleh Sekretaris PSLH, Muhammad Junaid, S.P., M.P., Ph.D., yang turut memberikan masukan akademik terkait penguatan pendidikan lingkungan, pengembangan kawasan edukasi berbasis masyarakat, serta strategi pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan diskusi bersama pengelola PPLH Puntondo untuk mengidentifikasi kebutuhan mitra, memetakan potensi kawasan edukasi, serta merancang implementasi program Eco-Edu Puntondo. Selanjutnya, tim PKM melakukan koordinasi mengenai pengembangan aktivitas pendidikan lingkungan berbasis matematika kontekstual yang dapat diintegrasikan dengan berbagai fasilitas edukasi yang dimiliki PPLH Puntondo.
Kegiatan PKM ini diikuti oleh staf PPLH Puntondo, Kepala Sekolah TK Asy-Syamsi, serta para guru TK Asy-Syamsi, yaitu lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dikelola oleh Yayasan PPLH Puntondo, Senin (12/7/2026). Kehadiran para pendidik PAUD menjadi bagian penting dalam merancang implementasi pendidikan lingkungan sejak usia dini melalui pendekatan pembelajaran yang kontekstual, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan peserta didik.
PKM ini turut melibatkan mahasiswa Pendidikan Matematika FMIPA UNM sebagai bagian dari penguatan kompetensi, pengalaman belajar lapangan, serta peningkatan kapasitas dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan dan teknologi. Dalam sesi diskusi, para peserta bersama tim PKM membahas berbagai peluang integrasi isu lingkungan dan potensi agrowisata sebagai sumber belajar matematika kontekstual. Melalui pendekatan tersebut, pembelajaran matematika tidak hanya membantu peserta didik memahami konsep secara abstrak, tetapi juga membangun kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan melalui analisis berbagai permasalahan nyata di sekitarnya.(*)

