MAKASSAR, UPEKS—Situasi di kawasan lahan eks Gedung Hamrawati, Jalan AP Pettarani, Makassar, kembali memanas pada Rabu (3/6/2026).
Sejumlah pihak yang mengklaim memiliki hak atas lahan tersebut mendatangi lokasi dengan membawa ratusan massa dan berhadapan dengan aparat kepolisian yang melakukan pengamanan.
Salah satu pihak sebagai pemilik ruko yang tampak di lokasi adalah Busrah Abdullah. Ia terlihat berorasi di tengah-tengah kerumunan massa dan polisi.
Ketegangan di lokasi berdampak pada arus lalu lintas di Jalan AP Pettarani. Kepadatan kendaraan terjadi sejak pagi akibat konsentrasi massa di sekitar area sengketa.
Pantauan di lapangan menunjukkan puluhan personel kepolisian telah bersiaga sejak sekitar pukul 10.00 Wita. Aparat ditempatkan di sejumlah titik strategis di sepanjang pagar lahan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Petugas beberapa kali melakukan pengaturan dan pengendalian massa agar tidak menghambat akses Jalan AP Pettarani yang merupakan salah satu jalur utama dan tersibuk di Kota Makassar.
Dalam orasinya, Busrah Abdullah menegaskan pihaknya akan memperjuangkan lahan yang mereka yakini sebagai hak mereka. Ia meminta aparat keamanan tidak menghalangi upaya tersebut karena menurutnya yang diperjuangkan bukan hak pihak lain maupun kelompok mafia.
“Siapa yang coba-coba menghalangi, berarti Anda berlawanan dengan kami. Dan sebelum kami rebutkan, aparat tolong jangan menghalangi kami,” ujarnya.
“Karena yang kami akan ambil adalah hak kami, bukan hak orang lain, bukan hak mafia. Kalau dikatakan tentang punya hak, jelaskan tentang hak. Silakan, silakan, akan ditinjau dengan baik,” tegas mantan Wakil Ketua DPRD Makassar itu.
Persoalan ini merupakan kelanjutan dari sengketa kepemilikan lahan eks Gedung Hamrawati yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Pada Februari 2025, Pengadilan Negeri Makassar telah melaksanakan eksekusi terhadap lahan dan bangunan di kawasan tersebut.
Namun, sengketa belum sepenuhnya berakhir. Sejumlah pihak masih mengajukan klaim kepemilikan dan kembali mendatangi lokasi untuk menyampaikan keberatan atas proses yang telah berjalan. (jir)

