MAROS, Upeks.co.id – Chaerul Syahab resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua KONI Kabupaten Maros periode 2026–2030 dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Maros, Minggu (28/6/2026).
Usai ditetapkan sebagai ketua, Chaerul menyatakan akan segera menyusun struktur kepengurusan baru sebelum memusatkan perhatian pada persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026 di Kabupaten Wajo dan Kabupaten Bone.
Dalam kepemimpinannya, Chaerul berkomitmen melanjutkan program dan fondasi pembinaan olahraga yang telah dibangun Ketua KONI Maros periode 2022–2026, Marjan Massere.
Salah satu target utama yang dipasang ialah membawa kontingen Kabupaten Maros menembus peringkat lima besar pada ajang Porprov Sulsel 2026.
“Target utama kami adalah membawa Maros masuk lima besar Porprov. Untuk mencapainya dibutuhkan pembinaan atlet secara berkelanjutan sejak usia dini dengan melibatkan seluruh cabang olahraga,” katanya.
Selain fokus pada peningkatan prestasi atlet, Chaerul juga menaruh perhatian terhadap pengembangan sarana olahraga. Salah satu program prioritasnya ialah mendorong pemanfaatan GOR Mini Maros secara maksimal sebagai pusat pembinaan atlet.
Ia juga berkomitmen memperkuat tata kelola organisasi, termasuk meningkatkan fungsi sekretariat KONI agar menjadi pusat koordinasi yang nyaman bagi seluruh cabang olahraga.
Chaerul turut mengapresiasi kepemimpinan Marjan Massere yang dinilai berhasil meletakkan dasar pembinaan olahraga di Kabupaten Maros.
“Beliau sudah membangun fondasi yang baik. Banyak event olahraga yang lahir di Maros. Tugas saya adalah menjaga dan meningkatkan apa yang sudah ada,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Maros, Chaidir Syam, berharap kepengurusan KONI yang baru mampu memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Maros sekaligus merangkul seluruh cabang olahraga.
Menurutnya, keberhasilan pembinaan atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga kerja sama yang solid serta tata kelola organisasi yang baik, khususnya dalam pengelolaan anggaran.
“Saya berharap kita saling mengingatkan, terutama dalam pengelolaan anggaran. Membina olahraga sama halnya dengan membina generasi muda agar tumbuh sehat, berprestasi, dan membanggakan daerah,” katanya.
Meski di tengah keterbatasan anggaran, Chaidir memastikan pemerintah daerah tetap memberikan dukungan terhadap pembinaan olahraga. Ia bahkan berharap kontingen Maros mampu finis di posisi lima besar, bahkan bersaing menembus tiga besar pada Porprov XVIII Sulsel.
Di sisi lain, Ketua KONI Maros periode 2022–2026, Marjan Massere, berharap kepengurusan baru dapat mempertahankan bahkan meningkatkan capaian prestasi yang telah diraih.
Ia optimistis seluruh cabang olahraga mampu menyumbang hasil terbaik apabila kekompakan terus dijaga dan pembinaan atlet dilakukan secara konsisten.
“Pada Porprov 2026 kita harus mampu mempertahankan perolehan medali, bahkan kalau bisa lebih baik lagi. Itu harapan saya kepada seluruh cabang olahraga,” ujarnya.
Marjan juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Maros terhadap pembinaan olahraga. Menurutnya, meningkatnya jumlah cabang olahraga Maros yang lolos ke Porprov, dari 24 menjadi 34 cabang, merupakan hasil sinergi antara KONI, pemerintah daerah, dan seluruh insan olahraga di Kabupaten Maros.(rls)

