Pangkep Jadi Pilot Project Nasional Pengembangan Rumput Laut Berbasis Inovasi

Pangkep Jadi Pilot Project Nasional Pengembangan Rumput Laut Berbasis Inovasi

PANGKEP, UPEKS.co.id — Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) dipilih menjadi lokasi percontohan (pilot project) nasional untuk pengembangan ekosistem rumput laut berbasis inovasi.

Direktur Pembangunan Indonesia Timur, Bappenas RI, Ika Retna Wulandary, menyampaikan bahwa Kabupaten Pangkep dipilih sebagai lokasi pilot project pengembangan rumput laut karena telah termaktub dalam RPJMN 2025–2029.

Bacaan Lainnya

Selain itu, Pangkep dinilai memiliki kompetensi unggulan di sektor rumput laut yang juga menjadi salah satu komoditas prioritas nasional.

Sebagai langkah awal, dilakukan Forum Group Discussion (FGD) untuk membangun ekosistem rumput laut yang terintegrasi. Melalui forum ini, diharapkan dapat dirumuskan langkah-langkah operasional dalam pengembangan rumput laut di lokasi prioritas agar berjalan selaras dengan arah kebijakan RPJMN.

“FGD ini sangat penting untuk menghubungkan seluruh stakeholder pembangunan yang memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan rumput laut,” ujarnya, Rabu(6/5).

Ia menambahkan, proyek ini nantinya akan menghasilkan peta jalan (roadmap) sebagai panduan dalam membangun ekosistem rumput laut secara berkelanjutan.

Selain itu, FGD juga bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai tantangan utama dalam pengembangan rumput laut. Dengan demikian, ke depan berbagai permasalahan dapat diatasi melalui sinergi dan kolaborasi antar pihak terkait.

“Kita akan bekerja sama, bahu-membahu, berbagi peran dalam mempercepat pembangunan berbasis komoditas rumput laut,” tutupnya.

Kepala Bapperida Pangkep, Amril, menjelaskan bahwa target utama tahun ini adalah merampungkan dokumen peta jalan sebagai panduan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Lebih lanjut, Amril mengatakan bahwa ada dua lokus di Pangkep. Tim gabungan melakukan peninjauan lapangan di dua titik representatif, yakni Desa Bulu Cindea di Kecamatan Bungoro dan Desa Pitusunggu di Kecamatan Ma’rang.

” Jadi ini mewakili representasi dari desa atau wilayah yang ada kegiatan budidaya rumput lau, bukan menjadi target bahwa nanti impertensi cuma ada di dua desa tapi kita berbicara skala kabupaten Pangkep. Tapi untuk melihat memotret seperti apa kondisi di kabupaten Pangkep, dipilih lah dua desa itu,” tambahnya.(Sah)