MAN IC Gowa Gelar Kokurikuler 2026: Penguatan Ekosistem Talenta Digital, Inovasi, dan Literasi Siswa Kelas X–XI

MAN IC Gowa Gelar Kokurikuler 2026: Penguatan Ekosistem Talenta Digital, Inovasi, dan Literasi Siswa Kelas X–XI

GOWA, UPEKS–Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Gowa kembali menorehkan langkah strategis melalui penyelenggaraan Program Kokurikuler Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan yang berada di bawah koordinasi Bidang Akademik ini berlangsung selama empat hari, 14 hingga 17 Mei 2026, berpusat di lingkungan kampus MAN IC Gowa, menghadirkan atmosfer pembelajaran yang tidak sekadar instruksional, melainkan transformatif.

Program ini merupakan manifestasi konkret dari ikhtiar madrasah dalam mengartikulasikan pendidikan berbasis minat dan bakat. Berangkat dari hasil survei peminatan peserta didik, siswa kelas X dan XI diberi ruang deliberatif untuk memilih bidang pengembangan diri yang hendak mereka dalami. Dari lima ranah yang paling diminati, yaitu Public Speaking, Kewirausahaan, Coding, Robotik, dan Kepenulisan. Madrasah tahun ini mengakomodasi tiga bidang prioritas, menyesuaikan daya dukung sumber daya serta arah penguatan kompetensi.

Bacaan Lainnya

Dalam lanskap pembelajaran tersebut, tiga pilar kokurikuler menjadi ruang dialektika intelektual. Coding sebagai jembatan literasi digital, Robotik sebagai ekspresi rekayasa teknologi, serta Kepenulisan sebagai ruang artikulasi gagasan dan sensitivitas bahasa. Ketiganya dirancang bukan hanya sebagai keterampilan teknis, melainkan sebagai ekosistem berpikir kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber kompeten lintas institusi, yakni Alwiyah Nur Syarif sebagai pemateri Public Speaking dari UINAM dan memiliki sertifikat Public speaker, fasilitator coding dari GDGoC Unhas, fasilitator robotik dari Eprom Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP). Kehadiran para pemateri tersebut memperkaya spektrum pembelajaran, menghadirkan perspektif akademik sekaligus praktis yang membumi namun visioner.

Ketua panitia sekaligus penanggung jawab kegiatan, Nurmadinah, menegaskan bahwa kokurikuler bukan sekadar agenda tambahan, melainkan instrumen pembentukan karakter dan kompetensi abad ke-21 yang terstruktur. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk mengorkestrasi potensi siswa agar tidak berhenti pada tataran pengetahuan, tetapi bergerak menuju praksis dan inovasi.

Kepala Dr. Burhanuddin memberikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya program ini. Dalam pernyataannya, ia menekankan dimensi keberlanjutan dan dampak substantif bagi peserta didik.

‘Madrasah tidak hanya bertugas mengantarkan peserta didik pada kelulusan akademik, tetapi juga membentuk insan yang berdaya, berkarakter, dan siap menjawab tantangan zaman. Kokurikuler ini kami harapkan menjadi ruang tumbuh yang melahirkan percikan inovasi dan keberanian berpikir,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik, Imran, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari desain kurikulum yang berorientasi pada diferensiasi minat siswa.

Ia menyampaikan bahwa dampak yang diharapkan bukan hanya pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga pada penguatan karakter kolaboratif, disiplin, dan daya juang intelektual.

Di balik seluruh rangkaian kegiatan tersebut, MAN IC Gowa meneguhkan posisinya sebagai madrasah unggulan yang terus berupaya merawat harmoni antara tradisi keilmuan dan inovasi teknologi. Program kokurikuler ini menjadi semacam ruang liminal—tempat di mana gagasan, keterampilan, dan aspirasi murid bertemu, berkelindan, lalu tumbuh menjadi kompetensi yang lebih utuh.

Dengan demikian, kokurikuler bukan sekadar agenda kalender akademik, melainkan narasi panjang tentang bagaimana pendidikan dirancang untuk tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga memanusiakan.(rls)