Heriwawan Menyalakan Lapangan Kecil, Membakar Harapan Besar Sepak Bola Sinjai

Heriwawan Menyalakan Lapangan Kecil, Membakar Harapan Besar Sepak Bola Sinjai

Sinjai, Upeks.co.id — Matahari belum jatuh ketika peluit pertama ditiup di Lapangan MPJ Mini Soccer, Sinjai Utara. Anak-anak muda berlari di atas rumput sintetis. Nafas mereka berat. Sepatu mereka menendang bola dengan keyakinan yang lama hilang dari sepak bola Sinjai. Di tepi lapangan, Heriwawan berdiri tenang. Ia tahu sepak bola selalu lahir dari lapangan kecil sebelum bermimpi tentang stadion besar.

Di Sinjai, Jumat sore itu, sepak bola kembali terdengar hidup.

Bacaan Lainnya

Sorak penonton memantul dari sisi lapangan mini soccer. Ada debu tipis, ada teriakan pemain, dan ada semangat yang tumbuh perlahan di antara pertandingan pertama Turnamen Mini Soccer Sinjai Bersatu Series 2026.

Sebanyak 12 tim datang membawa nama dan harga diri mereka. Ada Bad Dormir FC, Masseddi United, Bhayangkara FC, Disdik FC, Pendekar Selatan, hingga Nuklir FC. Mereka bermain bukan hanya untuk menang. Mereka bermain agar sepak bola Sinjai tetap punya denyut.

Turnamen itu mendapat dukungan penuh dari Anggota DPRD Sulawesi Selatan Fraksi Demokrat, Heriwawan, yang juga menjadi sponsor utama kegiatan.

Ia datang tidak dengan pidato panjang. Ia berbicara singkat, seperti orang yang percaya kerja lebih penting daripada kata-kata.

Menurutnya, olahraga harus menjadi tempat anak muda menemukan jalan yang benar. Lapangan sepak bola, katanya, bisa menjauhkan generasi muda dari banyak hal buruk. Di sana mereka belajar disiplin, kerja sama, dan cara menerima kekalahan.

Heriwawan berharap turnamen itu menjadi awal kebangkitan sepak bola Sinjai. Ia ingin lapangan kecil itu melahirkan pemain-pemain yang kelak membawa nama daerah lebih jauh.

“Kompetisi bukan cuma soal juara. Ini tentang silaturahmi dan semangat bersama,” ujarnya.

Di pinggir lapangan, para pemain duduk bergantian. Ada yang mengusap keringat. Ada yang tertawa keras setelah gagal mencetak gol. Wajah-wajah muda itu terlihat sederhana, tetapi mata mereka menyimpan ambisi.

Turnamen ini diinisiasi komunitas pecinta sepak bola Bad Dormir. Mereka bekerja dengan semangat gotong royong agar kompetisi tetap berjalan.

Ketua panitia, Andi Syariful Maarif Amin, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan, terutama Heriwawan. Tanpa dukungan itu, turnamen mungkin hanya tinggal rencana di meja rapat.

Ia juga meminta seluruh peserta menjaga sportivitas selama pertandingan berlangsung. Sebab sepak bola, pada akhirnya, bukan hanya tentang mencetak gol, tetapi tentang menghormati lawan.

Dukungan untuk turnamen ini juga datang dari ASKAB PSSI Sinjai dan Polres Sinjai.

Sore makin turun di Sinjai. Lampu lapangan mulai menyala satu per satu. Pertandingan terus berjalan. Dan di lapangan kecil itu, harapan tentang sepak bola Sinjai kembali ditendang ke depan.(awal)