Makassar, Upeks.co.id — Pagi itu, suara cangkul dan tawa warga bercampur di bawah langit Manggala. Tak ada seremoni mewah. Hanya tangan-tangan yang bekerja dan harapan yang ditanam bersama. Ketika batu pertama diletakkan, warga Blok 10 tahu mereka sedang membangun lebih dari sekadar lapangan. Mereka sedang membangun ruang untuk bertemu, bermain, dan menjaga kebersamaan.
Matahari belum terlalu tinggi ketika warga Blok 10 Kelurahan Manggala mulai berdatangan ke lapangan yang selama ini menjadi ruang berkumpul mereka. Sebagian membawa peralatan kerja. Sebagian lagi datang hanya untuk menyaksikan. Semua hadir dengan tujuan yang sama.
Minggu (31/5/2026), proyek revitalisasi Lapangan Blok 10 resmi dimulai. Prosesi peletakan batu pertama menjadi tanda bahwa lapangan itu akan berubah menjadi kawasan multifungsi yang dapat digunakan oleh seluruh warga.
Puluhan warga terlihat bergotong royong sejak pagi. Tidak ada yang berdiri sebagai penonton. Mereka bergerak bersama. Seperti yang telah lama menjadi tradisi di lingkungan itu.
Camat Manggala, Ahmad, yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi atas kekompakan warga serta jajaran RT dan RW yang menjadi motor penggerak pembangunan.
“Saya mengapresiasi para Ketua RW dan Ketua RT di Blok 10 yang bergotong royong bangun lapangan multi fungsi untuk kepentingan bersama,” ujarnya.
Menurut Ahmad, lapangan yang sedang dibangun itu memiliki potensi besar menjadi pusat aktivitas masyarakat. Ia bahkan mengusulkan agar lokasi tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan Car Free Day (CFD) setelah pembangunan selesai.
“Jika pembangunan lapangan selesai, di tempat ini bisa digelar CFD sehingga mengangkat perekonomian warga Blok 10,” katanya.
Bagi Ahmad, pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan pembangunan lingkungan sosial. Karena itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan kebersihan wilayah.
“Saya minta lurah pantau daerahnya, terkait masalah persampahan,” tegasnya.
Di tengah kegiatan, Ketua RW 11 Supriadi menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk ikut terlibat dalam pembangunan.
“Terima kasih telah hadir dan bahu membahu dalam pengerjaan pembangunan lapangan Blok 10,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Lapangan Blok 10, Jamaluddin, menjelaskan bahwa revitalisasi lapangan diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp273 juta.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk menghadirkan berbagai fasilitas yang dapat dinikmati warga, mulai dari jogging trek, lapangan mini soccer hingga taman bermain anak.
Lapangan itu kelak bukan hanya tempat olahraga. Ia akan menjadi ruang pertemuan, tempat anak-anak berlari, tempat warga berjalan santai pada pagi hari, dan tempat silaturahmi tumbuh tanpa undangan.
Prosesi peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Camat Manggala, kemudian dilanjutkan oleh Lurah Manggala, Ketua RW 11, Ketua RW 13, serta para Ketua RT se-Blok 10.
Di atas tanah yang mulai dibangun itu, warga menanam harapan sederhana. Sebuah lapangan yang hidup. Sebuah ruang yang menyatukan. Dan seperti semua pekerjaan besar yang lahir dari gotong royong, pembangunan itu dimulai dari satu batu pertama dan banyak tangan yang bekerja bersama.(rls)

