Maros, Upeks.co.id — Matahari siang jatuh pelan di halaman belakang RS Camba. Sebuah kompas dibuka. Garis kiblat ditentukan dengan hati-hati. Di tanah kosong dekat rumah dinas dokter itu, sebuah masjid akan segera berdiri untuk orang-orang yang datang membawa sakit, harapan, dan doa.
Bupati Maros, A. S. Chaidir Syam, turun langsung memantau proses penentuan arah kiblat pembangunan masjid di kawasan Rumah Sakit Camba, Kabupaten Maros.
Kegiatan itu berlangsung di lokasi pembangunan masjid yang berada di belakang RS Camba, tepat di dekat rumah dinas dokter. Hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Maros Andi Mappellawa, Direktur RS Camba dr. Syamsinar, serta tim dari Kementerian Agama Kabupaten Maros.
Tim Kemenag melakukan pengukuran arah kiblat secara langsung untuk memastikan posisi bangunan masjid nantinya benar dan akurat.
Masjid tersebut merupakan bantuan dari pengusaha asal Camba, Amirullah Nur. Rumah ibadah itu direncanakan berdiri di atas lahan berukuran 15 x 15 meter.
Di tempat itu, Chaidir Syam berdiri memperhatikan proses pengukuran. Sesekali ia berbicara dengan tim pengukur dan melihat titik arah yang telah ditentukan.
Menurutnya, pembangunan masjid di kawasan rumah sakit menjadi kebutuhan penting, bukan hanya bagi masyarakat sekitar tetapi juga bagi tenaga kesehatan dan keluarga pasien.
“Alhamdulillah hari ini kita bersama-sama melakukan penentuan arah kiblat untuk pembangunan masjid RS Camba. Ini menjadi langkah awal pembangunan rumah ibadah yang nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat dan pegawai rumah sakit,” ujarnya.
Mantan Ketua DPRD Maros itu juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Kementerian Agama Maros yang membantu proses pengukuran arah kiblat.
Ia turut mengucapkan terima kasih kepada donatur pembangunan masjid, Amirullah Nur, yang dinilai telah memberi kontribusi besar bagi masyarakat Camba.
“Kami tentu berterima kasih kepada bapak Amirullah Nur atas bantuannya. Semoga pembangunan masjid ini berjalan lancar dan menjadi amal jariyah,” tambahnya.
Pembangunan masjid tersebut diharapkan menjadi tempat ibadah yang nyaman bagi warga, pasien, keluarga pasien, maupun tenaga medis yang setiap hari bekerja di lingkungan RS Camba.
Di atas tanah yang masih kosong itu, garis kiblat kini telah ditentukan. Sebuah masjid segera dibangun. Dan dari sana, doa-doa akan dimulai.(alfi)

