MAROS, UPEKS — Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) baru resmi beroperasi di Pattene, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Rabu (22/4/2026).
Peresmian fasilitas ini dihadiri Bupati Maros Chaidir Syam bersama Wakil Bupati Muetazim Mansyur.
Presiden Direktur PT Timur Jaya Energi Provindo, Daniel Yusuf Wijaya, menyampaikan kehadiran SPBU tersebut merupakan komitmen perusahaan bersama Pertamina untuk memperluas layanan energi di wilayah Maros.
Ia menjelaskan, SPBU ini tidak hanya memenuhi kebutuhan bahan bakar harian masyarakat, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi yang bergantung pada ketersediaan BBM.
“Tujuan utama kami membantu memastikan ketersediaan bahan bakar, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun mendukung kegiatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, SPBU ini turut menambah kapasitas cadangan atau buffer stock BBM di Kabupaten Maros.
“Keberadaan kami juga menambah kuota cadangan bahan bakar di Maros,” tambah Daniel.
SPBU ini memiliki kapasitas penyaluran hingga 120.000 liter BBM per hari, dengan jenis yang tersedia saat ini meliputi Dexlite, Pertamax, dan Pertamax Turbo.
Dalam beberapa bulan mendatang, pengelola berencana menambah layanan BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar guna memperluas jangkauan pelayanan.
Daniel menegaskan sistem harga BBM telah terintegrasi secara digital dan mengikuti ketentuan resmi Pertamina.
“Harga sudah diatur dalam sistem dan akan menyesuaikan secara otomatis jika ada perubahan,” jelasnya.
Dari sisi lokasi, pembangunan SPBU di kawasan Pattene mempertimbangkan kelancaran arus lalu lintas. Posisi di jalur non-poros dinilai mampu mengurangi potensi antrean panjang yang dapat mengganggu kendaraan, terutama truk logistik.
“Dengan posisi di tengah kawasan ini, pengguna jalan memiliki akses yang lebih leluasa tanpa menghambat arus utama,” katanya.
SPBU ini juga dikembangkan sebagai rest area terintegrasi. Saat ini telah tersedia musala dan toilet, sementara ke depan akan dilengkapi ATM center, gerai ritel, serta fasilitas pendukung lainnya.
Konsep tersebut ditujukan untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan, termasuk sopir lintas daerah dan bus antarprovinsi.
“Kami ingin menyediakan tempat istirahat yang layak bagi pengguna jalan,” lanjutnya.
Meski berada di kawasan industri, SPBU ini tetap melayani seluruh lapisan masyarakat serta memberi dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
Sekitar 20 pekerja lokal telah direkrut, dan jumlahnya diperkirakan terus bertambah seiring pengembangan operasional dan kawasan komersial di lokasi tersebut.
“Jumlah tenaga kerja akan meningkat mengikuti perkembangan operasional,” ungkap Daniel.
Dalam hal pengawasan dan distribusi, SPBU ini telah dilengkapi teknologi CCTV terbaru yang mampu mengenali kendaraan secara otomatis dan terintegrasi dengan sistem QR Code MyPertamina, khususnya untuk BBM subsidi.
Teknologi tersebut memungkinkan sistem menolak kendaraan yang tidak sesuai data, sehingga distribusi BBM subsidi lebih tepat sasaran.
SPBU ini menjadi unit ke-16 yang beroperasi di Kabupaten Maros dan memperkuat jaringan distribusi energi di daerah tersebut.
Saat ini, operasional berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WITA. Ke depan, layanan berpotensi ditingkatkan menjadi 24 jam menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
Bupati Maros Chaidir Syam mengapresiasi kehadiran SPBU tersebut. Menurutnya, fasilitas ini tidak hanya memperkuat layanan energi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ini mendukung mobilitas masyarakat, memperlancar aktivitas ekonomi, dan membuka lapangan kerja baru,” tuturnya.(alf)

