Makassar Siap Ubah Sampah Jadi Listrik

Makassar Siap Ubah Sampah Jadi Listrik

Makassar, Upeks.co.id — Pagi itu langit di Makassar berwarna pucat. Di Kecamatan Manggala, bau sampah datang lebih dulu daripada suara. Ia menempel di udara, berat dan jujur, seperti kenyataan yang tak bisa ditutupi.

Di antara tumpukan itu, Munafri Arifuddin berjalan perlahan. Orang-orang memanggilnya Appi. Ia tidak banyak bicara. Matanya melihat ke sekeliling, ke tanah yang tidak rata, ke alat berat yang diam, ke jalan sempit yang harus segera diperlebar.

Bacaan Lainnya

Ia datang untuk memastikan satu hal: lahan harus siap.

Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik—PSEL—sudah ditandatangani. Sekarang, yang tersisa adalah pekerjaan yang lebih sunyi. Membebaskan tanah. Menentukan batas. Menjadikan sesuatu yang semrawut menjadi pasti.

“Ini tanggung jawab kita,” katanya. Suaranya datar. “Kita pastikan lahannya sesuai aturan.”

Di tangannya tidak ada peta. Tapi di belakangnya, orang-orang membawa garis, angka, dan rencana. Mereka bicara tentang hektare, tentang koordinat, tentang siapa memiliki apa. Semua harus jelas sebelum apa pun dibangun.

Kebutuhannya tujuh hektare. Ia ingin delapan.

“Supaya nanti bisa lebih leluasa,” ujarnya singkat, Selasa (7/04/2026).

Angka itu tidak besar jika dilihat di atas kertas. Tapi di lapangan, setiap meter punya cerita. Ada kepemilikan. Ada batas yang kabur. Ada hal-hal yang tidak selalu selesai dengan cepat.

Appi melangkah lebih jauh. Ia melihat jalan masuk ke kawasan TPA. Sempit. Tidak cukup untuk lalu lintas alat berat yang akan datang nanti.

“Kita buka akses baru,” katanya. “Biar semua bisa bergerak.”

Tidak ada kata yang berlebihan. Hanya kebutuhan yang disebut apa adanya.

Proyek ini besar. Nilainya triliunan. Tapi ia tidak menyebut angka itu dengan bangga. Ia menyebut manfaatnya.

“Bukan cuma soal sampah,” katanya. “Ini juga soal masyarakat.”

Di kejauhan, burung-burung berputar rendah. Di bawahnya, gunungan sampah seperti bukit kecil yang tumbuh tanpa rencana. Kota ini sudah lama hidup dengan itu.

Tapi hari itu, ada tanda perubahan.(*)