Makassar, Upeks.co.id — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar (UNM) resmi melaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Terpadu di Kabupaten Maros pada Rabu, 22 April 2026.
Kegiatan yang melibatkan sebanyak 68 tim pengabdi dari LP2M UNM ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros, berdasarkan surat rekomendasi yang diterbitkan sebagai tindak lanjut atas surat permohonan izin pelaksanaan kegiatan PKM Terpadu dari LP2M UNM dengan nomor surat 2748/DST/UN36.12/TU/2026 tertanggal 13 April 2026 yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Rangkaian kegiatan PKM Terpadu ini dibuka secara resmi oleh Bupati Maros di Kantor Bupati Maros.
Setelah seremoni pembukaan, seluruh tim pengabdi yang berjumlah 68 pengabdi tersebut kemudian berpencar menuju lokasi pengabdian masing-masing yang tersebar di berbagai titik di Kabupaten Maros. Salah satu tim yang turut terlibat adalah tim yang diketuai oleh Nur Fadhilah Umar, S.Pd., M.Pd. bersama anggotanya Siska Putri Ayu, S.Pd.I., M.Pd., yang bertugas di UPTD SMP Negeri 18 Lau Maros.
Kegiatan yang bertujuan mendukung program peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penerapan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni (IPTEKS) di lingkungan pendidikan Kabupaten Maros ini diikuti oleh 15 guru Bimbingan dan Konseling (BK) yang tergabung dalam Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kabupaten Maros sebagai peserta.
Pelatihan yang diusung tim dosen UNM ini bertajuk “Komunikasi Berbasis Empati: Digital Counseling dan Social Emotional Learning bagi Guru MGBK Kab. Maros dalam Menghadapi Generasi Alpha” sebuah respons akademik yang konkret terhadap tantangan nyata yang dihadapi guru BK di lapangan saat ini. Di tengah perubahan perilaku dan pola komunikasi siswa Generasi Alpha yang tumbuh sepenuhnya di ekosistem digital, guru BK dituntut tidak hanya memahami permasalahan siswa secara konvensional, tetapi juga mampu hadir secara empatik melalui ruang-ruang digital tempat siswa sesungguhnya mengekspresikan diri.
Ketua tim pengabdi, Nur Fadhilah Umar, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang bukan sekadar untuk menambah pengetahuan, melainkan untuk mengubah cara guru BK merespons siswa di era digital.
“Generasi Alpha yang dikenal sebagai generasi yang hidup dengan teknologi ini memiliki cara berkomunikasi yang berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Dengan banyaknya paparan digital, menjadikan mereka kurang dalam komunikasi empatik. Dengan kondisi ini, sebagai siswa yang berkaitan erat dengan dunia akademik, ketika guru BK merespons mereka dengan pola komunikasi generasi sebelumnya, siswa merasa tidak didengar. Ini yang ingin kita coba ubah dan pelajari bersama,” ujar Nur Fadhilah.
Pelatihan ini mencakup tiga aspek utama yang diukur melalui instrumen pretest dan posttest, yakni aspek pemahaman, sikap, dan keterampilan praktik komunikasi empatik digital. Hasil pengolahan data menunjukkan adanya peningkatan yang berarti pada ketiga aspek tersebut setelah peserta mengikuti pelatihan.
Kepala UPTD SMP Negeri 18 Lau Maros menyambut positif pelaksanaan kegiatan ini di sekolahnya.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran tim dari UNM. Ini bukan pelatihan biasa ini menyentuh apa yang selama ini kami rasakan di lapangan. Guru BK kami memang butuh bekal baru untuk menghadapi siswa hari ini yang berbeda dari siswa sepuluh tahun lalu,” ujarnya.
Salah satu peserta pelatihan, guru BK dari MGBK Kabupaten Maros, mengaku mendapat sudut pandang baru setelah mengikuti sesi ini.
“Saya baru sadar bahwa cara saya membalas pesan siswa selama ini mungkin sudah benar secara isi, tapi belum tentu benar secara perasaan. Pelatihan ini membuka mata saya bahwa empati itu bisa dan harus hadir bahkan dalam satu kalimat balasan WhatsApp,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros dalam surat rekomendasinya menyatakan dukungan penuh atas terlaksananya kegiatan ini sebagai bagian dari upaya bersama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan, khususnya layanan bimbingan dan konseling yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program PKM Terpadu LP2M UNM yang secara konsisten mendorong keterlibatan akademisi dalam menjawab kebutuhan nyata di masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan layanan psikologis di sekolah.(rls)

