BSI Genjot Digitalisasi UMKM, QRIS Soundbox Bantu Pedagang Naik Kelas

BSI Genjot Digitalisasi UMKM, QRIS Soundbox Bantu Pedagang Naik Kelas

JAKARTA, UPEKS.co.id — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) kian agresif genjot transformasi digital di segmen pedagang dan UMKM.

Melalui inovasi QRIS Soundbox, perseroan mendorong adopsi transaksi non-tunai sekaligus meningkatkan efisiensi dan keamanan pembayaran di level usaha mikro.

Bacaan Lainnya

Hingga Maret 2026, BSI telah menempatkan lebih dari 600 ribu QRIS di berbagai merchant, mulai dari sektor makanan dan minuman, fesyen, industri halal, hingga layanan kesehatan dan ritel modern.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan memperluas inklusi keuangan berbasis syariah.

Direktur Sales and Distribution BSI, Anton Sukarna, menegaskan bahwa perubahan perilaku masyarakat yang semakin digital-savvy dan cashless menuntut perbankan menghadirkan solusi transaksi yang cepat, aman, dan mudah.

“BSI hadir sebagai sahabat finansial, sosial, dan spiritual dengan menyediakan layanan yang mampu menjawab kebutuhan transaksi masyarakat yang terus berkembang,” ujarnya.

Sebagai inovasi terbaru, QRIS Soundbox BSI menghadirkan notifikasi suara setiap transaksi berhasil. Fitur ini dinilai mampu meminimalisir kesalahan pembayaran serta mengurangi potensi penipuan di tingkat pedagang.

Selain itu, perangkat ini terintegrasi dengan aplikasi BYOND Merchant by BSI yang memungkinkan pelaku usaha memantau dan mengunduh laporan transaksi secara realtime.

Tak hanya itu, BSI juga telah mengembangkan fitur QRIS Crossborder yang dapat digunakan di sejumlah negara seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan. Inisiatif ini sejalan dengan upaya memperkuat konektivitas sistem pembayaran lintas negara.

Pada tahap awal, penetrasi QRIS Soundbox difokuskan di pasar-pasar tradisional. Strategi ini ditujukan untuk membantu pedagang mengelola arus kas secara lebih tertib dan transparan.

Dengan langkah tersebut, BSI optimistis digitalisasi sistem pembayaran tidak hanya memperluas inklusi keuangan syariah, tetapi juga meningkatkan daya saing UMKM di tengah era ekonomi digital. (Mimi)

Pos terkait