Sampah Menumpuk dan Menyengat, Kadis LH Kerahkan 12 Armada Sampah

Sampah Menumpuk dan Menyengat, Kadis LH Kerahkan 12 Armada Sampah
Kondisi penumpukan sampah yang mengganggu pemandangan dan bau yang tak sedap.

ENREKANG, UPEKS.co.id–Beberapa hari setelah Lebaran Idul Fitri 1447H, volume sampah di berbagai titik di Kabupaten Enrekang semakin membesar. Selain itu, sampah yang sudah berhari-hari tak diangkut ini juga mulai membusuk dan berulat. Kontener dan tempat sampah lainnya yang disiapkan Pemerintah tak mampu lagi menampung volume sampah yang semakin menggunung, akibatnya sampah luber hingga memenuhi separuh badan jalan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Enrekang, Yarsin Gau, membenarkan jika beberapa hari ini sampah tersebut tak diangkut, selain bahan bakar yang langkah dan sulit didapat, ada juga beberapa masalah yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

Bacaan Lainnya

“Sebanyak 13 sopir dan lebih dari 100 petugas lapangan atau penyapu jalan beberapa hari memang sempat tidak melaksanakan tugasnya, sehingga sampah menumpuk dimana-mana. Tapi sejak kemarin hingga hari ini mereka sudah bekerja kembali bahkan kita paksa untuk dua kali angkut sampah dalam sehari ke TPA,” ujar Yarsin Gau, kepada Upeks, Rabu (25/3/2026).

Melihat sampah yang semakin menggunung, Yarsin Gau segera mengerahkan 12 armada angkutan sampah untuk segera bergerak. Bahkan kali ini Kadis LH meminta agar mereka bekerja ekstra satu armada dua kali angkut sampah.

“Insyaallah kita upayakan sampah yang menumpuk dibeberapa tempat di Enrekang ini akan segera kita selesaikan. Semoga para petugas lapangan dan sopir kembali semangat bekerja setelah beberapa hari ini tidak melakukan aktivitas. Apalagi sudah ada solusi dan jalan keluar dari permasalahan yang menjadi penyebab kurang semangatnya para petugas lapangan menjalankan tugasnya,” kata Yarsin Gau.

Salah satu yang menjadi permasalahan sehingga beberapa hari ini sampah menumpuk adalah para pekerja lapangan yang enggan melaksanakan tugasnya. Namun Kadis Lingkungan Hidup mengatakan masalah itu sudah diselesaikan dan sudah mendapatkan jalan keluar. Sebagai pucuk pimpinan di Dinas Lingkungan Hidup, Yarsin Gau pun terus berjuang agar lebih dari seratus petugas lapangan atau penyapuan jalan dan pembersih selokan dan drainase ini mendapatkan hak yang memang pantas untuk mereka dapatkan dengan beban dan resiko kerja yang sangat tinggi.

Yarsin Gau berjanji dirinya akan terus berjuang agar para pekerja dibawah kepemimpinannya bisa kembali tersenyum. (Sry)