MAKASSAR, UPEKS.co.id – Kepanikan masyarakat terhadap isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Makassar dalam dua hari terakhir.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan terjadi di sejumlah titik, seperti SPBU di Jalan AP Pettarani, Ratulangi, Alauddin, hingga Jalan Urip Sumohardjo depan Kantor Gubernur Sulsel. Kendaraan roda empat tampak mendominasi antrean di beberapa lokasi tersebut.
Di SPBU setelah jalan masuk Pergudangan 88, antrean lebih banyak didominasi kendaraan roda dua. Sementara di SPBU depan Coca Cola, antrean dipenuhi mobil pribadi tanpa terlihat antrean truk.
Berbeda dengan kondisi di SPBU dekat gerbang Asrama Haji Sudiang yang relatif lengang. Hanya terlihat beberapa truk yang diduga menunggu pengisian solar karena stok BBM jenis tersebut disebut telah habis.
Antrean terparah terlihat di SPBU depan Mapolda Sulsel dan depan Kampus Unhas. Berbagai jenis kendaraan, mulai dari truk, kendaraan umum, mobil pribadi hingga sepeda motor mengular panjang hingga memicu kemacetan lalu lintas.
Kondisi serupa juga terlihat di SPBU kawasan BTP yang didominasi bus antar daerah. Sedangkan di SPBU 74.902.78 Jalan Rappocini, antrean kendaraan bahkan meluber hingga ke badan jalan dan menyebabkan arus lalu lintas tersendat.
Salah satu warga, Azis mengaku sengaja mengisi penuh tangki kendaraannya setelah mendengar kabar kenaikan harga BBM.
“Katanya mau naik, jadi ku isi memang-mi,” ujarnya saat ditemui mengantre.
Warga lainnya, Jannah, memilih membeli BBM jenis Pertamax karena sulitnya mendapatkan Pertalite akibat antrean yang terus memanjang.
“Beberapa hari ini panjang terus antrean Pertalite. Jarang juga ada. Mau-mi di apa, daripada tidak jalan motor,” katanya.
Fenomena ini dinilai tidak lazim, karena terjadi di luar periode mudik yang biasanya menyebabkan lonjakan konsumsi BBM.
Kepanikan masyarakat diduga dipicu isu yang beredar mengenai rencana kenaikan harga BBM bersubsidi maupun nonsubsidi sebesar Rp4.000 hingga Rp5.000 per liter, serta kabar pembatasan pembelian BBM mulai 1 April 2026.
Akibat isu tersebut, masyarakat berbondong-bondong mendatangi SPBU untuk membeli BBM dalam jumlah besar.
Bahkan sejumlah pengendara terlihat membawa jeriken dan botol sebagai wadah tambahan untuk menyimpan BBM setelah tangki kendaraan mereka penuh.
Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu praktik penimbunan BBM oleh oknum tertentu.(Jay)



