MAKASSAR,UPEKS.co.id— Indonesia AirAsia terus memperluas jaringan penerbangan domestiknya dengan membuka sejumlah rute strategis melalui Makassar sebagai bagian dari penguatan konsep virtual hub dan layanan fly-thru.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan konektivitas wilayah Indonesia Timur serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.
Mulai 7 Maret 2026, maskapai berbiaya hemat terbaik dunia versi Skytrax selama 16 tahun berturut-turut ini akan mengoperasikan rute Surabaya (SUB)–Makassar (UPG) dengan frekuensi hingga 21 kali seminggu atau tiga kali sehari.
Selain itu, Indonesia AirAsia juga membuka dan memperkuat rute Makassar–Kendari (KDI) dua kali sehari, Makassar–Palu (PLW) dua kali sehari, serta Makassar–Luwuk (LUW) satu kali sehari.
Pembukaan rute-rute tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Indonesia AirAsia untuk memperkuat peran Makassar sebagai penghubung utama Kawasan Timur Indonesia, sekaligus memperluas konektivitas domestik dan internasional.
Head of Indonesia Affairs and Policy Indonesia AirAsia, Eddy Krismeidi Soemawilaga, mengatakan, penambahan frekuensi penerbangan ini bukan sekadar ekspansi layanan, melainkan langkah strategis dalam membangun jaringan penerbangan terintegrasi berbasis konsep virtual hub di Makassar.
“Dengan menghadirkan tiga frekuensi penerbangan setiap hari dari Surabaya ke Makassar, AirAsia ingin memastikan konektivitas yang lebih fleksibel dan efisien bagi masyarakat,” kata Eddy usai acara Agent dan Media Gathering di Samalona Room, Swiss-Belhotel Makassar, Jalan Ujung Pandang, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, peningkatan aksesibilitas ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan mobilitas wisatawan dan pelaku usaha, serta mempererat hubungan antar daerah.
Eddy menambahkan, Makassar memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan dan jasa di Indonesia Timur sekaligus gerbang utama pariwisata kawasan tersebut.
Dengan bertambahnya frekuensi penerbangan, Indonesia AirAsia optimistis arus penumpang akan terus meningkat seiring membaiknya aktivitas ekonomi dan pariwisata.
Selain memperkuat konektivitas domestik, Indonesia AirAsia juga mengoptimalkan layanan fly-thru dari Makassar untuk memperluas akses ke berbagai destinasi di Indonesia Timur serta jaringan internasional AirAsia.
Kepala UPT Museum Mandala dan Societeit de Harmonie, Meirani Tenriawaru, yang mewakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel, menyambut positif pembukaan rute ini.
Menurutnya, kehadiran rute baru ini akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan arus kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, serta memperluas pergerakan wisatawan nusantara menuju berbagai destinasi unggulan di Sulsel.
Ia menambahkan, Makassar sebagai pintu gerbang Kawasan Timur Indonesia, memiliki peran vital dalam mendukung pergerakan wisata dan ekonomi.
Dengan semakin banyaknya pilihan penerbangan langsung, akses menuju Sulsel menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien, sehingga meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung.
Sementara itu, General Manager Angkasa Pura Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Minggus E.T. Gandeguai menilai, kehadiran Indonesia AirAsia semakin memperkuat posisi Bandara Sultan Hasanuddin sebagai pusat konektivitas wilayah Indonesia Timur.
Ia berharap rute baru ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dari sisi harga tiket yang kompetitif maupun peningkatan layanan kargo.
Minggus juga mengungkapkan bahwa Bandara Sultan Hasanuddin telah meningkatkan kapasitas dari 7 juta menjadi 15 juta penumpang per tahun seiring pengembangan terminal dari 55 ribu meter persegi menjadi 156 ribu meter persegi.
Dengan pengembangan tersebut, bandara ini ditargetkan menjadi hub domestik sekaligus hub internasional bagi pergerakan penumpang dan barang.
Ia berharap Indonesia AirAsia dapat menjadikan Makassar sebagai home base, sehingga semakin banyak rute yang terkoneksi, termasuk menuju berbagai destinasi internasional.(eky)

