MAKASSAR, UPEKS.CO.ID— Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menyatukan komitmen petani, peternak, nelayan, pekebun, penyuluh, pemangku kebijakan, hingga pelaku usaha dalam Musyawarah Tudang Sipulung (MTS) tingkat kabupaten, Kamis (12/2/2026), di Monumen Ganggawa Pangkajene.
Forum tahunan ini menjadi momentum menyelaraskan pola tanam, peningkatan indeks pertanaman hingga IP 300, serta target produktivitas 10 ton per hektare guna memperkuat posisi Sidrap sebagai lumbung pangan nasional.
Selain itu, dibahas kebutuhan benih dan pupuk, pengendalian hama, penyesuaian jadwal tanam sesuai prakiraan cuaca, tata cara panen, penguatan peternakan dan perikanan, pengembangan hortikultura, serta pengelolaan irigasi.
Musyawarah dipimpin Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif. Hadir Kepala Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Andi Muhammad Idil Fitri, Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, Sekda Sidrap Andi Rahmat Saleh, serta perwakilan Forkopimda.
Turut hadir Direktur Kepatuhan Bank Sulselbar Rakhmat Nur Kadir, Wakil Pimpinan Wilayah Bulog Sulselbar Karmila Masmin Marunta, perwakilan PUPR Pusat, anggota DPRD, para asisten, staf ahli bupati, kepala OPD, kepala bagian Setda, camat, direktur rumah sakit, kepala desa dan lurah, kepala sekolah, penyuluh pertanian, serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin Alrif menjelaskan tema Musyawarah Tudang Sipulung tahun ini adalah optimalisasi lahan dengan target produktivitas 10 ton per hektare.
Ia selanjutnya memaparkan produksi gabah kering panen 2025 mencapai 679.000 ton setara Rp4,6 triliun, meningkat dari 2024 yang bernilai Rp2,5 triliun.
“Produksi beras Sidrap 326.000 ton per tahun, sementara konsumsi sekitar 35.000 ton. Bulog menyerap 80.000 ton dan selebihnya dipasarkan ke berbagai daerah,” terangnya.
Produksi telur mencapai sekitar 53 juta kilogram per tahun dengan populasi ayam petelur sekitar 5,17 juta ekor dan perputaran ekonomi Rp1,4 triliun. Sementara produksi jagung naik menjadi 109.000 ton dengan nilai sekitar Rp604 miliar.
“Pemkab juga membentuk 121 Brigade Pangan yang melibatkan sekitar 1.400 anak muda untuk menggerakkan sektor pertanian,” jelas Syaharuddin. (*)

