20 Miliar Rupiah Tambahan Penghasilan Guru Tahun 2025 di Enrekang akan Segera Dibayarkan 

20 Miliar Rupiah Tambahan Penghasilan Guru Tahun 2025 di Enrekang akan Segera Dibayarkan 

 

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

 

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Ahmad Nur

ENREKANG,Upeks.co.id — Sebanyak 20 Miliar Rupiah anggaran Tambahan Penghasilan Guru (TPG) di Kabupaten Enrekang tahun 2025 akan segera dibayarkan.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Ahmad Nur, mengatakan anggaran tersebut saat ini sudah masuk ke kas daerah namun belum disalurkan karena masih menunggu data dari Kantor Pendidikan dan Kebudayaan serta petunjuk dari Pimpinan dalam hal ini Bupati Enrekang.

Hal ini disampaikan Ahmad Nur kepada Upeks melalui telepon selulernya, pada Senin (19/1/26).

Ahmad Nur mengatakan, meski dana tersebut sudah di transfer ke rekening daerah namun dirinya belum bisa memastikan kapan TPG tersebut akan dibayarkan.

“Dananya sudah ada, tinggal menunggu data dari Diknas dan menunggu petunjuk dari Pimpinan. Saya tidak bisa memberikan pernyataan kapan akan dibayarkan, apakah bulan ini atau bulan depan. Intinya kami menunggu petunjuk selanjutnya dari Pimpinan,”kata Ahmad Nur.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang Erik mengatakan keterlambatan pembayaran TPG tahun 2025 adalah dampak dari TPG tahun 2023 dan2024 yang tidak terbayarkan sehingga Kementerian Keuangan sempat memblokir anggaran TPG tahun 2025, namun Bupati, Wakil Bupati terus berjuang agar ribuan Guru di Enrekang mendapatkan haknya tahun 2025. Perjuangan itu diperkuat oleh dukungan Anggaran DPR RI H. La Tinro La Tunrung yang terus mengawal dan berjuang di tingkat Pusat.

“Alhamdulillah untuk anggaran TPG 2025 sudah masuk dari Pusat, mengenai teknik penyalurannya itu ada di BPKAD. Kalau menyangkut data yang di minta, kami sudah siapkan datanya,”kata Erik.

Ribuan Guru di Kabupaten Enrekang berharap Tambahan Penghasilan Guru tahun 2025 bisa segera dibayarkan, apalagi anggaran TPG 2 tahun berturut-turut tidak mereka terima sampai saat ini dan tak ada yang bisa menjelaskan kemana uang mereka senilai 21 Miliar rupiah itu dialokasikan. Mereka mengatakan tak dibayarnya TPG mereka dua tahun berturut-turut sangat mempengaruhi kehidupan dan keberlangsungan perekonomian mereka. (sry)