PANGKEP,UPEKS.co.id– Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pangkep menggelar pelatihan peningkatan mutu dan kualitas komoditas unggulan bagi pelaku UMKM. Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat daya saing sektor UMKM yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian lokal.
Sebanyak 30 pelaku UMKM mewakili berbagai sektor usaha unggulan, mengikuti pelatihan yang berlangsung di PLUT Kabupaten Pangkep.
Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan standar kualitas produk, memperkuat penerapan sistem produksi higienis dan berorientasi pasar, sekaligus memberikan pemahaman terkait Standar Nasional Indonesia (SNI) dan standar mutu lainnya. Diharapkan, para pelaku UMKM dapat menghasilkan produk yang memenuhi standar nasional sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Wakil Bupati Pangkep, Abd Rahman Assagaf membuka kegiatan pelatihan dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus memberikan ruang dan kesempatan bagi para pelaku UMKM untuk berinovasi.
“Kami memberikan kesempatan kepada para pelaku usaha untuk bagaimana berinovasi dengan menghasilkan produk olahan dari hasil kelautan/perikanan, pertanian, maupun perkebunan,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai peningkatan mutu bahan baku, teknik produksi yang aman, pengemasan sesuai standar, serta strategi pemasaran berbasis kualitas.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pangkep, Asykur Abu Bakar, menjelaskan bahwa Tujuan program ini untuk meningkatkan mutu dan kualitas komoditas unggulan dalam pengembangan dan pemberdayaan UMKM.
“Pelatihan berlangsung selama tiga hari, dan setelah selesai para pelaku UMKM diharapkan membawa pulang ilmu yang dapat langsung diterapkan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk di pasar, ” katanya.
Selain pelatihan, peserta juga akan menerima bantuan alat usaha sesuai jenis usahanya untuk mendukung peningkatan produktivitas.
Pemerintah telah menganggarkan Rp1,5 miliar dalam bentuk hibah peralatan pada tahun 2025, yang diperuntukkan bagi 204 pelaku UMKM di Kabupaten Pangkep.
Peningkatan mutu dinilai sangat mendesak mengingat Pangkep memiliki 28.523 pelaku UMKM yang terus berkembang dan membutuhkan dukungan peningkatan kapasitas. Pemerintah berharap pelatihan ini dapat meningkatkan produktivitas, menjaga higienitas dan kualitas produk, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.(sah)

