MAKASSAR, Upeks.co.id — Puskesmas Ballaparang meluncurkan terobosan inovatif dalam penanggulangan Tuberkulosis (TB) melalui program Hantu Mesra (Hunting Tuberkulosis dengan Metode Mengetuk Sayang Rumah Warga) yang telah berjalan sejak Januari 2025. Inovasi ini mengedepankan pendekatan langsung ke rumah warga untuk menemukan kasus aktif TB secara lebih efektif dan manusiawi.
Program ini mengimplementasikan metode ‘mengetuk sayang’ – pendekatan door-to-door yang dilakukan secara persuasif, ramah, dan penuh kepedulian oleh petugas kesehatan, kader, dan relawan masyarakat.
“Pendekatan ‘mengetuk sayang’ ini merupakan wujud perhatian kami terhadap kesehatan masyarakat. Kami ingin warga merasa dihargai, diperhatikan, dan didampingi dalam menjaga kesehatan keluarganya,” jelas Dr. Andi Adytia Sulolipu, narasumber program Hantu Mesra.
Dalam pelaksanaannya, tim Hantu Mesra tidak hanya melakukan skrining gejala TB seperti batuk ≥2 minggu, demam, keringat malam, dan penurunan berat badan, tetapi juga memberikan edukasi komprehensif mengenai pencegahan, pengobatan tuntas, serta mengurangi stigma terhadap penderita TB.
“Apabila ditemukan suspek TB, kami akan langsung melakukan rujukan pemeriksaan dahak atau Tes Cepat Molekuler (TCM) ke Puskesmas Ballaparang untuk konfirmasi diagnosis,” tambah Dr. Andi Adytia Sulolipu.
Inovasi Hantu Mesra diharapkan mampu mencapai beberapa tujuan strategis:
1. Meningkatkan penemuan kasus TB aktif yang belum terdeteksi di masyarakat
2. Mendekatkan layanan kesehatan dengan pendekatan yang humanis
3. Mengurangi keterlambatan diagnosis dan pengobatan TB
4. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan dan pengobatan TB
5. Mendorong partisipasi aktif kader dan masyarakat dalam program eliminasi TB
Melalui metode ‘Mengetuk Sayang Rumah Warga’, kegiatan hunting TB tidak hanya sekadar pencarian kasus, tetapi juga membangun ikatan emosional, solidaritas, dan kepercayaan antara petugas kesehatan dengan masyarakat.
“Program ini merupakan bukti komitmen kami untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih dekat, mudah diakses, dan bermartabat bagi masyarakat,” pungkas Dr. Andi Adytia Sulolipu.
Dengan pendekatan yang humanis ini, Hantu Mesra diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam percepatan eliminasi TB di Kota Makassar, sekaligus menjadi model inovasi layanan kesehatan yang dapat diadopsi oleh puskesmas lainnya.(rls)

