Sidenreng Rappang, Upeks.co.id — Tim dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan Pelatihan Konseling Model KIPAS melalui strategi Tudang Sipulung bagi para guru bimbingan dan konseling (BK) bekerja sama dengan Pengurus Cabang Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia Kabupaten Sidenreng Rappang (PC ABKIN Sidrap).
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 30 Agustus 2025 bertempat di SMAN 3 Sidenreng Rappang, dan dihadiri oleh 30 guru BK se-Kabupaten Sidenreng Rappang.
Pelatihan ini dipimpin oleh Aswar selaku ketua Tim Dosen Pengabdi, bersama anggota tim Dwi Endrasto Wibowo dan Bahrul Amsal serta Ahmad Mudhoffar dan Fadhil M. Rusli selaku anggota mahasiswa.
Mereka memberikan pemahaman mendalam mengenai implementasi Model KIPAS (Konseling Intensif Progresif Adaptif Struktur) dengan pendekatan Tudang Sipulung, yakni metode diskusi kolektif berbasis kearifan lokal Bugis yang menekankan musyawarah, partisipasi aktif, dan kesepahaman bersama.
Tuntutan Kompetensi Konseling Multibudaya di Era Globalisasi
Perubahan sosial dan keberagaman budaya di era globalisasi menuntut guru BK memiliki kompetensi konseling multibudaya yang adaptif, inklusif, serta sensitif terhadap nilai-nilai lokal. Model KIPAS yang diperkenalkan dalam pelatihan ini menekankan integrasi pendekatan konseling yang intensif, progresif, adaptif, dan terstruktur, sehingga guru BK dapat memahami kebutuhan siswa dengan latar belakang budaya yang berbeda.
Guru BK sebagai garda terdepan pendampingan siswa di sekolah diharapkan mampu memanfaatkan strategi Tudang Sipulung untuk menciptakan suasana konseling yang hangat, terbuka, serta mendorong terciptanya rasa saling menghargai antarbudaya. Dengan model ini, layanan konseling tidak hanya menjadi sarana pemecahan masalah, tetapi juga wahana penguatan identitas budaya, empati, serta toleransi siswa.
Kolaborasi UNM dan PC ABKIN Sidrap untuk Penguatan Kompetensi Guru BK
Pelatihan yang dirancang oleh tim dosen UNM membantu guru BK agar lebih sistematis dalam mengimplementasikan Model KIPAS di sekolah. Strategi Tudang Sipulung digunakan sebagai sarana diskusi reflektif untuk meningkatkan keterampilan praktis guru BK dalam menghadapi isu-isu konseling multibudaya yang semakin kompleks di tengah masyarakat.
Melalui kolaborasi dengan PC ABKIN Sidrap, pelatihan ini membekali para guru BK dengan keterampilan konseling multibudaya yang lebih kuat. Mereka diharapkan mampu memberikan layanan konseling yang relevan, adaptif, dan berbasis kearifan lokal, sehingga siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang terbuka, toleran, dan siap menghadapi dinamika kehidupan sosial di masa depan.
Dengan bekal Konseling Model KIPAS dan strategi Tudang Sipulung, guru BK di Kabupaten Sidrap dipandang akan lebih siap menghadapi tantangan konseling multibudaya abad ke-21.
Pada akhirnya, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi guru BK, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan generasi muda Sidrap yang berkarakter, inklusif, dan mampu hidup harmonis dalam keberagaman budaya.(rls)

