Terkait Kasus Nasi Goreng Basi, Inspektorat Akan Klarifikasi Pengelola Program MBG di Kecamatan Enrekang

Terkait Kasus Nasi Goreng Basi, Inspektorat Akan Klarifikasi Pengelola Program MBG di Kecamatan Enrekang

ENREKANG, UPEKS.co.id — Inspektorat Daerah Kabupaten Enrekang akan melakukan pemantauan dan klarifikasi langsung kepada pengelola dan penanggungjawab program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang hari ini terkait keluhan Masyarakat tentang menu nasi goreng yang disinyalir basi kepada sasaran program MBG.

Hal ini disampaikan Inspektur Daerah Kabupaten Enrekang Asrul Lode,S.T. M.T kepada Upeks, Senin (4/8/25). Inspektur mengatakan akan melakukan pemantauan dan klarifikasi langsung terkait fenomena nasi goreng yang disajikan oleh pengelola MBG pada 3350 anak sekolah sasaran program yang disinyalir basi.

Bacaan Lainnya

Asrul Lode mengatakan, pihaknya akan mendengarkan secara langsung apa pokok permasalahab sehingga nasi goreng tersebut basi sampai kepada sasaran program.

“Jadi hari ini kita mau melakukan kunjungan langsung ke lokasi tempat pengelolaan makanan dan mencari tahu apa penyebabnya sehingga nasi goreng tersebut basi. Siapa tahu tidak basi tapi mungkin berbau karena campuran bumbu yang berlebih. Kalau memang basi apa penyebabnya, mungkin karena dimasak terlalu cepat atau di packing dalam keadaan panas baru ditutup rapat sehingga pada saat anak-anak mau makan nasi gorengnya sudah lain rasanya”. Kata Inspektur Daerah Kabupaten Enrekang.

Untuk memastikan apa penyebab sehingga nasi goreng tersebut basi, Tim Inspektorat yang akan dipimpin langsung Inspektur Asrul Lode akan turun melakukan pengecekan ke dapur MBG.

Sementara itu Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang H.Sabir,S.Kep,Ns,M.Adm.Kes mengatakan harus ada pengawasan yang ketat terkait program MBG. Apalagi sasaran program tersebut adalah anak-anak sekolah. Kadiskes Enrekang mengatakan banyak hal yang harus menjadi pengawasan semua pihak.

” Harus lebih tegas lagi pengawasannya karena ini adalah salah satu program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto, apalagi sasarannya ribuan anak di Kecamatan Enrekang. Tetap harus diperhatikan keamanan pangannya. Apalagi sudah ada dalam berita dan sudah ada masyarakat yang mengeluh”. Ujar Kadis Kesehatan Kabupaten Enrekang,H. Sabir. (Sry)