MAKASSAR, UPEKS.co.id — Dalam rangka Operasi Keselamatan Pallawa 2025, Polres Pelabuhan Makassar menggelar Jumat Curhat bersama para pengguna jasa Pelabuhan Makassar dan Deputi Terminal Peti Kemas Pelabuhan, Jumat (14/2/2025).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Restu Wijayanto. Tujuannya untuk membangun komunikasi dua arah antara aparat kepolisian dan masyarakat, khususnya para sopir truk dan ekspedisi.
Dalam kesempatan ini, para sopir diberi ruang untuk menyampaikan keluhan dan kendala yang mereka hadapi dalam aktivitas sehari-hari di pelabuhan.
Kapolres Pelabuhan Makassar menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar diskusi, tetapi juga menjadi ajang mencari solusi bersama demi meningkatkan kenyamanan dan keselamatan berlalu lintas di sekitar kawasan pelabuhan.
Selain mendengar keluhan, aparat kepolisian juga memberikan edukasi terkait Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcar Lantas).
Dalam kesempatan itu, beberapa poin penting yang disampaikan Kapolres AKBP Restu Wijayanto. Diantaranya sinergi dan kerja sama. Para pengguna jasa bongkar muat diimbau untuk tetap bersinergi dengan petugas terminal pelabuhan agar proses operasional berjalan lancar.
Kemudian tertib parkir. Dimana para ekspedisi dan kontraktor diharapkan memarkir kendaraan mereka di lokasi yang telah disediakan oleh pihak Pelabuhan Soekarno-Hatta untuk menghindari kemacetan dan kecelakaan.
Selanjutnya gunakan lampu Hazard. Sopir truk dan ekspedisi diingatkan agar selalu menyalakan lampu hazard saat berhenti atau parkir untuk memberi peringatan kepada pengendara lain dan mencegah kecelakaan.
Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Restu Wijayanto, menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen untuk terus membangun komunikasi dengan masyarakat. Khususnya pengguna jasa pelabuhan, guna menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman bagi semua pihak.
“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, seluruh pengguna jasa pelabuhan semakin sadar akan pentingnya keselamatan dan ketertiban dalam berlalu lintas. Mari bersama-sama kita wujudkan lingkungan pelabuhan yang lebih baik,” ajak AKBP Restu.
Dengan adanya dialog terbuka seperti ini, diharapkan permasalahan yang sering terjadi di Pelabuhan Makassar dapat diminimalisir. Sehingga aktivitas bongkar muat dan distribusi barang dapat berjalan lebih lancar dan efisien.(Jay)




