Gowa, Upeks–Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Almarisah Madani, bekerja sama dengan STIKES Panakkukang menggelar penyuluhan untuk meningkatkan pemahaman santri terkait dismenorea dan pencegahannya dengan herbal di Sekolah Enterpreneur Tahfidz Kekasih Al-Aqsha, Kabupaten Gowa, Sabtu (14/9). Kegiatan ini dihadiri 45 santri, dimulai pukul 09.00 hingga 13.00 WITA.
Dr. Ns. Makkasau, M.Kes., membuka acara dengan menyampaikan materi tentang gejala dismenorea, yaitu nyeri haid yang sering dialami remaja akibat ketidakseimbangan hormon progesteron.
“Dismenorea ini bisa sangat mengganggu aktivitas harian, menyebabkan pusing, berkeringat dingin, hingga pingsan. Jika tidak segera diatasi, dismenorea juga berpotensi mengganggu kesehatan mental,” jelasnya.
Apt. Suwahyuni Mus, S.Si., M.Si., menambahkan, dismenorea bisa diatasi dengan perawatan mandiri seperti kompres hangat di bagian perut, olahraga ringan, mandi air hangat, dan cukup istirahat. Ia juga menekankan pentingnya berkonsultasi dengan dokter jika nyeri berlanjut agar memperoleh penanganan medis yang tepat.
Penyuluhan juga mencakup informasi tentang pengobatan herbal. Apt. Lukman, M.Farm., menjelaskan bahwa tanaman herbal seperti jahe, kayu manis, teh, dan biji adas dapat menjadi alternatif untuk meredakan nyeri dismenorea.
“Jahe mengandung shogaol dan gingerol, sementara kunyit mengandung kurkuminoid yang sangat efektif dalam mengurangi nyeri,” jelasnya.
Sekolah Enterpreneur Tahfidz Kekasih Al-Aqsha, selaku mitra kegiatan ini, menyampaikan apresiasi atas upaya penyuluhan tersebut, yang dinilai mampu meningkatkan pengetahuan santri tentang kesehatan reproduksi dan manfaat herbal.
Kegiatan ini didukung oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dengan nomor kontrak 064/E5/PG.02.00/PL.BATCH.2/2024. (*)


