Takalar,Upeks.co.id– Tim hukum pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati (Cabup-cawabup) Takalar nomor urut 1, Mohammad Firdaus Daeng Manye-Hengky Yasin menyoroti perubahan tata terbit (Tatib) debat terbuka pertama yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Takalar, di Gedung Islamic Center, pada Jumat (25/10/2024) malam.
Ketua Tim Hukum Daeng Manye-Hengky Yasin, Yusran mengungkapkan, walaupun debat berjalan lancar, namun pihaknya sangat menyayangkan KPU Takalar yang dinilai mengubah Tatib secara sepihak.
Dimana, di dalam undangan debat berikut lampiran Tatib Debat Terbuka yang diberikan kepada pasangan Cabup-cawabup Takalar nomor urut 1. Sesi pertama terkait Pendalaman Visi Misi, dalam tata tertib tersebut masing-masing Paslon diberi waktu 5 menit, namun yang terjadi semalam hanya diberikan waktu 4 menit.
“Jadi tidak salah, jika kami (Tim Hukum) menduga apakah waktu yang diberikan menyesuaikan dengan visi misi Paslon lain yang sangat singkat atau bagaimana? Kami pun sampai hari ini, belum mendapat klarifikasi dari pihak KPU perihal perubahan Tatib debat semalam,” katanya, Sabtu (26/10/2024).
Akibat dari perubahan Tatib itu, lanjut Yusran, pasangan Daeng Manye-Hengky Yasin menyampaikan tidak puas. Sebab, belum selesai penjelasan visi misinya. “Khawatirnya akan ada pemaparan beliau dalam menyampaikan visi misinya. Waktu tersebut kami nilai kurang, karena 1 menit itu sangat berarti dalam menyampaikan penjelasan visi misi Paslon Daeng Manye-Hengky Yasin,” tegasnya.
Menurut Yusran, pendalaman visi misi merupakan hal yang sangat serius. Karena merupakan pandangan dan tujuan yang akan dicapai oleh Paslon Daeng Manye-Hengky Yasin kelak diamanahkan menjadi Bupati dan Wakil Bupati Takalar periode 2024-2029.
Olehnya itu, ia berharap, pada Debat Kedua mendatang, KPU Takalar tidak mengubah Tatib debat secara sepihak. “Kalau ada perubahan aturan main, kami harap pihak KPU untuk menyampaikan perubahan itu lebih awal sebelum hari H debat. Agar debat terbuka ini bisa memberikan edukasi yang bermanfaat dalam berpolitik kepada masyarakat Takalar dan sebagai bentuk perwujudan pesta demokrasi yang Damai, Sejuk dan Tenteram di Takalar,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih (Sosdiklih) dan SDM KPU Takalar, Muhammad Nadir, yang dimintai tanggapan terkait sorotan tim hukum Paslon Daeng Manye-Hengky Yasin, mengaku, kritikan maupun sorotan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi pihaknya untuk pelaksanaan debat kedua pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Takalar mendatang.
“Apapun kritikannya, akan menjadi bahan evaluasi kami untuk debat kedua nanti,” akunya via telepon WhatsApp, Sabtu (26/10/2024). (rif)

