Maros, Upeks–Nurfadillah (29) warga Kelurahan Pallantikang berhasil mendirikan usaha seafood dengan merk “Kepiting Rakyat Bupati”.
Nama Kepiting Rakyat Bupati itu diambil saat awal merintis, anak bupati Maros, Chaidir Syam cukup sering memesan.
“Saat saya merintis itu banyak anggota DPRD Maros yang datang untuk makan kepiting, kemudian beberapa kali anak pak bupati pesan juga akhirnya saya pakai nama Kepiting Rakyat Bupati,” katanya, Kamis (26/9/2024).
Ia menjelaskan memilih kepiting sebagai menu utama, sebab dengan mudah ia bisa mendapat kepiting untuk diolah.
“Kebetulan bahan baku untuk kepiting bisa dengan mudah saya dapat. Tiap hari ada 500 kg masuk dari Bone, Pangkep dan Takalar,” sebutnya.
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dirintisnya pada tiga bulan lalu itu telah memiliki berbagai pilihan menu.
Mulai dari kepiting hambur, kepiting bakar, kepiting nasi dan sup kepiting.
“Kalau kepiting hambur ada dua pilihan rasa, yang paling favorit itu kepiting hambur dan kepiting nasi,” sebutnya.
Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, mulai dari Rp34 ribu.
“Ada juga yang Rp189 ribu, kepiting hambur pun tergantung jumlah per ekornya,” tuturnya.
Kini Fadillah bisa mendapatkan omzet rata-rata Rp1,2 juta perhari dan perbulannya mencapai Rp35 juta.
Namun saat ini ada kendala yang kerap dihadapi, masih banyak masyarakat yang meragukan kualitas kepiting yang diolahnya.
“Masyarakat berkomentar, kalau kualitas kepiting yang saya jual ini jelek, karena kan harganya cukup murah, padahal memang terjangkau karena saya ambil kepiting dari tangan pertama dan dijamin saat akan diolah kepitingnya masih hidup,” tuturnya.
Fadillah punya harapan, kedepannya ia berencana akan mendirikan tempat makan kepiting yang lebih luas, sebab saat ini usahanya masih berada di rumah dengan mempekerjakan dua orang. (alf)

