Citilink Surabaya – Jeddah Bermasalah, Kepulangan Jemaah Umrah asal Sulsel Tertunda

Citilink Surabaya - Jeddah Bermasalah, Kepulangan Jemaah Umrah asal Sulsel Tertunda

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Kurang lebih 300 jemaah umrah asal Sulsel sepertinya harus over stay di Mekkah akibat pesawat Citilink dari Surabaya dengan nomor penerbangan QG8514 Surabaya – Jeddah, bermasalah.

Kondisi tersebut berimbas terlambatnya kepulanngan jemaah asal Sulawesi Selatan dengan pesawat citilink QG8617 dengan route Jeddah – Makassar.

Bacaan Lainnya

Menurut salah satu jemaah mereka sudah dua hari berada di Mekkah ditempatkan di salah satu hotel daerah Azisiyah.

“Kami sdh dua malam di hotel ini dan diberikan makan, tapi kami belum dapat info pastinya kapan kami akan di pulangkan,” katanya.

“Harusnya kami tiba Sabtu 31 Agustus, Pukul 15.15 sesuai jadwal, tapi tiba-tiba penerbangan tertunda,” terang jemaah asal Makassar yang enggan disebutkan namanya.

Dia pun mengakui sampai saat ini belum ada kejelasan dari pihak maskapai kapan ada jadwal kepulangan.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPR RI,
Andi Iwan Darmawan Aras mengaku prihatin atas nasib jemaah umrah asal Sulsel yang terpaksa over stay di Makkah, Arab Saudi.

Hal ini dikarenakan manajemen Citilink menolak memberangkatkan kepulangan para jemaah. “Masalah ini akan saya adukan ke Menhub,” terang anggota DPRD RI dari partai Gerindra, Andi Iwan Darmawan Aras, dilansir dari Fajar.co.id.

Asal tahu saja, pihak travel yang memberangkatkan 300 jemaah umrah kecewa dengan pelayanan manajemen maskapai Citilink. Terlebih seat yang mereka bayarkan khusus bagi jemaah Jeddah – Ujung Pandang sudah dibayar lunas hingga 2025.

“Kami tidak tahu alasan maskapai (Citilink) untuk tidak memberangkatkan 300 jemaah umrah dari Jeddah ke Ujung Pandang (Makassar),” terang salah seorang perwakilan travel Wisata Mandiri selaku penyedia tiket, Amin melalui ponselnya.

Diakuinya, memang ada masalah untuk rute Surabaya – Jeddah. Akan tetapi, permasalahan ini dikaitkan dengan rute penerbangan Jeddah ke Ujung Pandang. Padahal, ini sesuatu yang berbeda.

“Kami sudah bayar lunas beberapa miliar rupiah. Jadi, kalau ada yang menyebut ada permasalahan karena travel belum membayar seat, itu sesuatu yang keliru,” katanya.

Bahkan, menurutnya, pembayaran yang dilakukan pihak travel hingga tahun 2025. “Tidak ada masalah lagi perihal pembayaran seat. Teman-teman sudah berangkat ke Jakarta untuk menemui manajemen Citilink,” ungkapnya.

Intinya kata dia, pihaknya merasa kecewa. “Kalau ada permasalahan dengan rute Surabaya – Jeddah, jangan dikaitkan dengan jemaah rute, Ujung Pandang – Jeddah atau sebaliknya. Karena semua sudah kami bayar lunas,” terangnya.

Hingga saat ini, pihak manajemen maskapai penerbangan belum ada yang ingin berkomentar. (*)