Kinerja Astra Group Semester I 2024

Sektor Tambang Turun 15%, Otomotif 3%

Sektor Tambang Turun 15%, Otomotif 3%

Makassar, Upeks–Penurunan Laba bersih Astra Group pada semester I 2024 ini di sebabkan turunnya kinerja dua sektor bisnis yaitu pertambangan sebesar 15% dan otomotif 3%.

Berdarasarkan laporan keuangan Astra Group Semester I 2024 yang diterima Upeks menyebutkan, laba bersih divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi Grup menurun 15% menjadi Rp5,8 triliun, terutama disebabkan penurunan kontribusi dari bisnis pertambangan dan alat berat, seiring dengan penurunan harga batu bara.

Bacaan Lainnya

“Kinerja Grup pada semester pertama tahun 2024 turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, terutama merefleksikan penurunan kinerja dari bisnis alat berat dan pertambangan akibat harga batu bara yang lebih rendah. Terlepas dari tantangan-tantangan ini, dengan bisnis yang terdiversifikasi, Grup memperkirakan kinerja untuk sisa tahun ini akan tetap resilien. Grup tetap optimis terhadap pertumbuhan jangka panjang Indonesia dan kemampuan kami untuk mempertahankan posisi terdepan pada berbagai portofolio bisnis kami,” ujar Djony Bunarto Tjondro, Presiden Direktur Astra Group dalam siaran persnya, Selasa (30/7/2024).

Berita terkait baca: Laba Bersih Astra https://upeks.co.id/2024/07/laba-bersih-astra-group-turun-9/

Kinerja perusahaan pertambangan Astra Group itu antara lain:

• PT United Tractors Tbk (“UT”), yang 59,5% sahamnya dimiliki Perseroan, melaporkan penurunan laba bersih sebesar 15% menjadi Rp9,5 triliun.

• Penjualan alat berat Komatsu menurun 32% menjadi 2.100 unit dan pendapatan dari suku cadang dan jasa pemeliharaan juga menurun.

• Perusahaan kontraktor penambangan, PT Pamapersada Nusantara (“PAMA”), memberikan jasa penambangan kepada pemilik tambang, dengan membantu mereka dalam produksi batu bara dan pengupasan lapisan tanah. Pada semester pertama tahun 2024, PAMA mencatatkan pengupasan lapisan tanah (overburden removal) sebesar 590 juta bcm, meningkat 13% dari periode yang sama tahun lalu dan produksi batu bara sebesar 70 juta ton untuk klien mereka, naik 18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

• Anak perusahaan UT di bidang pertambangan batu bara melaporkan peningkatan penjualan batu bara sebesar 17% menjadi 7,5 juta ton, termasuk 1,6 juta ton batu bara metalurgi.

• PT Agincourt Resources, anak perusahaan yang 95% sahamnya dimiliki UT, melaporkan sedikit peningkatan pada penjualan emas menjadi 110.000 ons dan diuntungkan oleh kenaikan harga jual emas

• UT mencatat kontribusi laba dari penambangan nikel pada tahun 2024 dari (i) Stargate Pasific Resources (“SPR”) yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh UT, dan (ii) Nickel Industries Limited (“NIC”) yang 19,99% sahamnya dimiliki oleh UT. Sehubungan dengan perbedaan waktu rilis kinerja, UT membukukan bagian laba bersih NIC untuk periode 6 bulan berdasarkan rilis kinerja NIC sampai dengan kuartal satu 2024. SPR melaporkan penjualan 967.000 wet metric tonnes bijih nikel pada semester pertama tahun 2024, sementara NIC melaporkan penjualan logam nikel sebanyak 67.200 ton pada kuartal terakhir tahun 2023 dan kuartal pertama tahun 2024.

• Perusahaan kontraktor umum yang 87,7% sahamnya dimiliki UT, PT Acset Indonusa Tbk, melaporkan rugi bersih yang lebih tinggi sebesar Rp136 miliar, dibandingkan rugi bersih sebesar Rp55 miliar pada semester pertama tahun sebelumnya.

Otomotif Turun 3%

Sementara itu, di sektor otomotif, laba bersih yang tercatat juga mengalami penurunan sebesar 3% menjadi Rp5,5 triliun, mencerminkan volume penjualan yang lebih rendah di pasar otomotif yang melemah.

Disebutkan,  penjualan mobil secara nasional menurun 19% menjadi 408.000 unit pada semester pertama 2024 (sumber: Gaikindo).

Penjualan mobil Astra menurun 17% menjadi 232.000 unit, sehingga pangsa pasar meningkat dari 55% menjadi 57%. Selama semester ini, telah diluncurkan empat model baru dan lima model revamped.

Penjualan sepeda motor secara nasional sedikit menurun menjadi 3,2 juta unit pada semester pertama 2024 (sumber: Kementerian Perindustrian).

Penjualan sepeda motor PT Astra Honda Motor sebesar 2,4 juta unit, menurun 4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan pangsa pasar menurun dari 80% menjadi 77%. Selama semester ini, telah diluncurkan empat model baru dan tiga model revamped.

Bisnis komponen otomotif Grup dengan kepemilikan 80%, PT Astra Otoparts Tbk, mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 26% menjadi Rp1,0 triliun pada semester pertama tahun 2024, terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan dari ekspor yang mengimbangi penurunan penjualan dari segmen pabrikan (original equipment manufacturer) domestik.

Bisnis mobil bekas Grup, OLXmobbi, mencatat penjualan 12.000 unit mobil bekas melalui platformnya, meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. (*)

Pos terkait