Mahasiswa KKN PPM UNM Edukasi Pemasaran Digital Melalui Vegetables Makassar Delivery di Desa Bulue

Mahasiswa KKN PPM UNM Edukasi Pemasaran Digital Melalui Vegetables Makassar Delivery di Desa Bulue

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PMM) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Sosisalisasi Digitalisasi Pemasaran Komoditas Unggulan Kabupaten Soppeng Melalui Pengembangan Sistem Vegetables Makassar Delivery (VMD) di Desa Bulue, Jumat (5/7/2024).

 

Bacaan Lainnya

Soppeng, Upeks–Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PMM) Universitas Negeri Makassar (UNM) sukses menggelar Sosisalisasi Digitalisasi Pemasaran Komoditas Unggulan Kabupaten Soppeng Melalui Pengembangan Sistem Vegetables Makassar Delivery (VMD) di Desa Bulue, Kabupaten Soppeng. Dalam program ini, warga diharapkan dapat lebih kreatif memasarkan produknya secara online.

 

Kegiatan ini berkolaborasi dengan Kelompok Tani Mattiro Deceng Desa Bulue, Gapoktan Mamminasae serta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Soppeng. Pelaksanaannya dibuka oleh Sekretaris Desa Bulue pada Jumat (5/7/2024) lalu.

Mahasiswa KKN PPM UNM Edukasi Pemasaran Digital Melalui Vegetables Makassar Delivery di Desa Bulue

Ketua Tim Pengabdi, Nurwati, Ph.D mengungkapkan, dalam rangka pemberdayaan produk unggulan Kabupaten Soppeng, dikembangkan sistem pemasaran melalui website VMD yang akan beroperasi di Makassar untuk tahun pertama. Kemudian, tahun selanjutnya akan dikembangkan di beberapa Kabupaten.

 

Kegiatan ini, lanjutnya, merupakan perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi: Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat. Selain itu, diharapkan pula sebagai salah satu program peningkatan kualitas lulusan program sarjana program studi Pendidikan Matematika FMIPA UNM.

 

“KKN-PPM UNM ini menjadi ruang aktivitas belajar mahasiswa di luar kampus sebagai rangkaian Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sebagai solusi dalam menciptakan kemandirian desa yang tertuang dalam Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pemberdayaan oleh mahasiswa berdasarkan keilmuan yang telah mahasiswa peroleh di kampus” jelas Nurwati.

 

Sementara itu dua anggota tim pengabdi, Fitriwati, SE., M. Si. (Dosen Ekonomi Pembangunan Unhas) dan Sri Riski Wulandari, S.I.Kom,. M.I.Kom. (Dosen Desain Komunikasi Visual UNM) pun berharap melalui pengembangan sistem VMD, akan mampu membuka akses jual beli yang lebih luas dan cepat. Sehingga program ini dapat membawa keuntungan bagi petani maupun masyarakat.

 

“Sistem pemasaran ini akan dikembangkan agar petani bisa lebih kreatif membuka toko online sendiri dalam sistem pemasaran VMD yang berpotensi membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas,” ungkap Sri.

 

Sementara itu, narasumber dari Dinas TPHPKP Soppeng, Wahyuni, SP., M.Si., mengungkapkan, Pemkab Soppeng telah melakukan gerakan tanam pangan panen cepat melalui sejuta bibit cabai tampaning sejak 20 November 2022. Hal ini sejalan dengan upaya Bupati Soppeng dalam rangka meningkatkan kualitas komoditas unggulan dan bisa mengangkat level komoditas tersebut. Dari berbasis produk unggulan lokal yang dapat dijadikan keunggulan komparatif nasional.

 

“Varietas cabe tampaning ini sangat menjanjikan dari varietas lainnya. Cabe ini sangat tahan jika perawatannya bagus dan masa panennya bisa hingga berkali-kali. Pelepasan nama benih lokal cabe tampaning telah dilakukan dan telah diuruskan sertifikasinya supaya menjadi benih nasional tersertifikasi,” ungkapnya.

 

Selanjutnya, beberapa upaya yang perlu dilaksanakan untuk petani, antara lain strategi marketing, ciptakan produk yang berkualitas, kemas produk dengan baik, lakukan pengenalan produk ke konsumen, buat produk secara berkelanjutan. Hal ini relevan dengan apa yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN PMM UNM melalui Digitalisasi Pemasaran Komoditas Unggulan Kabupaten Soppeng melalui Pengembangan Sistem Vegetables Makassar Delivery (VMD).

Sementara itu, Mahasiswa KKN PMM UNM memperkenalkan penggunaan sistem pemasaran melalui website VMD dan pengemasan produk komoditi unggulan kepada peserta agar nilai jualnya lebih meningkat. Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan penyerahan pupuk dan bibit cabai tampaning oleh Ketua Tim Pengabdi kepada Ketua Gapoktan Mamminasae, Labedang, S.IP. (*)