Mahasiswa Keperawatan Unimerz Kenalkan Senam BHD untuk Edukasi Penyelamatan Nyawa

Mahasiswa Keperawatan Unimerz Kenalkan Senam BHD untuk Edukasi Penyelamatan Nyawa

MAKASSAR, UPEKS— Mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Angkatan 2023 Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) Universitas Megarezky (Unimerz) menghadirkan inovasi dalam pembelajaran melalui kegiatan bertajuk Senam Bantuan Hidup Dasar (BHD). Kegiatan tersebut digelar di Aula Lantai 5 Universitas Megarezky pada Selasa (30/6/2026).

Program ini merupakan implementasi dari mata kuliah Keperawatan Gawat Darurat yang dikemas dengan pendekatan kreatif. Alih-alih hanya mempelajari teori dan praktik di ruang kelas, mahasiswa menyusun gerakan senam yang memuat tahapan penting Bantuan Hidup Dasar (BHD), mulai dari pemeriksaan respons korban, aktivasi code blue atau panggilan darurat, hingga teknik kompresi dada yang benar.

Bacaan Lainnya

Melalui konsep tersebut, prosedur pertolongan pertama pada korban henti jantung mendadak diperkenalkan dengan cara yang lebih sederhana, interaktif, dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Dosen Mata Kuliah Keperawatan Gawat Darurat, Ns. Sri Wahyuni, mengatakan inovasi tersebut dirancang agar edukasi mengenai penanganan kondisi gawat darurat dapat diterima lebih luas tanpa menghilangkan substansi keilmuan yang mendasarinya.

“Bantuan Hidup Dasar adalah golden period yang menentukan keselamatan nyawa seseorang saat terjadi henti jantung mendadak di luar rumah sakit. Dengan mengemasnya menjadi gerakan senam, kami berharap langkah-langkah penyelamatan ini bisa diingat di luar kepala oleh siapa saja secara menyenangkan,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Pelaksanaan senam mendapat sambutan antusias dari mahasiswa. Meski tengah disibukkan dengan penyusunan proposal penelitian dan persiapan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mereka tetap berpartisipasi aktif mengikuti setiap rangkaian kegiatan.

Suasana aula pun semakin semarak berkat iringan musik energik yang dipadukan dengan simulasi teknik pijat jantung atau High-Quality CPR. Konsep tersebut membuat proses belajar menjadi lebih menarik sekaligus memberikan pengalaman praktik yang mudah diingat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Angkatan 2023 menunjukkan bahwa pembelajaran keperawatan, khususnya di bidang kegawatdaruratan, dapat disampaikan secara inovatif tanpa mengesampingkan standar ilmiah maupun prosedur medis yang berlaku.

Kegiatan tersebut juga diharapkan mampu membekali mahasiswa tidak hanya dengan kemampuan akademik dan keterampilan klinis, tetapi juga mendorong mereka menjadi agen edukasi kesehatan di masyarakat. Dengan demikian, pemahaman masyarakat terhadap Bantuan Hidup Dasar dapat meningkat sehingga peluang keselamatan korban pada situasi kegawatdaruratan semakin besar. (jir)