Inovasi Digital Pembelajaran Huruf Hijaiyah Bagi Siswa Tunanetra di SLB Makassar
MAKASSAR,UPEKS.co.id— Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) telah berhasil mengimplementasikan sebuah inovasi media pembelajaran baru untuk siswa tunanetra di SLBN 1 Makassar.
Program bertajuk Learning D’BraiJ Journey ini memperkenalkan Digital Braille Hijaiyah yang menggabungkan sistem braille dengan teknologi digital menggunakan metode multisensori.
Pembelajaran huruf Arab (Hijaiyah) bagi siswa tunanetra seringkali menghadapi berbagai hambatan, terutama kurangnya media pembelajaran yang sesuai dan aksesibilitas yang terbatas.
Berdasarkan diskusi dengan Hasnawati S.Pd., wali kelas dan Irwan Jabbar S.Ag, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SLBN 1 Makassar, diidentifikasi bahwa alat tulis braille yang ada masih kurang efektif untuk pembelajaran huruf Arab.
Adapun 9 siswa tunanetra pada SLB Negeri 1 Makassar pada tahun 2024 tercatat 3 siswa SD yang totally blind, 2 Siswa SMP mengalami low vision, 1 siswa SMA yang totally blind dan 3 siswa yang low vision.
Selain itu, siswa tunanetra di SLB-A Yapti Makassar yang mengikuti kegiatan Learning D’BraiJ Journey terdiri 10 orang 1 siswa SD, 6 siswa SMP, dan 3 siswa SMA.
Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan wadah kegiatan yang dibentuk oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.
Tim PKM-PM dari FIKOM UMI, yang terdiri dari Nur Syifa Isnaini (Ketua), Suryati, A. Syifa Nur Sauqiya, Reyhan Savero, dan Meydil Eka Syah Putra, bertujuan untuk membantu siswa tunanetra mempelajari huruf Arab dengan lebih efektif melalui penggunaan D’BraiJ (Digital Braille Hijaiyah).
Program ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan siswa tunanetra pada orang lain dalam proses pembelajaran dan meningkatkan kepercayaan diri mereka.
Kegiatan Learning D’BraiJ Journey berlangsung dari April hingga Juni 2024, melalui lima tahap utama :
1. Braille Explorer (22-24 April 2024): Identifikasi masalah yang dihadapi siswa
tunanetra.
2. Sensory Wonderland (13 Mei 2024): Sosialisasi program kepada siswa dan guru.
3. Learning Journey (27 Mei, 1 Juni, 7 Juni 2024): Pelatihan penggunaan D’BraiJ
bagi siswa dan guru.
4. Tech Guides (14 Juni dan 24 Juni 2024): Pendampingan dan dukungan teknis
bagi pengguna.
5. Impact Evaluation (25 Juni 2024): Evaluasi dampak program terhadap
pembelajaran siswa.
Program ini didukung penuh oleh Ir. ST. Hajrah Mansyur, S Kom., M Cs., MTA., dosen Program Studi Sistem Informasi FIKOM UMI, yang dikenal karena dedikasinya untuk menghubungkan inovasi dan kemanfaatan IPTEK bagi masyarakat.
Dia menegaskan pentingnya kegiatan ini untuk meningkatkan keterampilan siswa tunanetra dalam mengenali dan membaca huruf hijaiyah dengan metode multisensori.
Menurut A. Joharniati M.Bali, S.Pd., M.Pd., sekretaris SLBN 1 Makassar yang turut mengikuti kegiatan ini mengapresiasi tim PKM-PM FIKOM UMI Makassar yang telah berhasil menciptakan media pembelajaran yang inovatif dan kreatif, sehingga membantu guru dalam pengembangan media pembelajaran di kelas.
Hasnawati S.Pd., wali kelas siswa tunanetra di SLBN 1 Makassar mengatakan, penggunaan D’BraiJ sebagai media pembelajaran huruf hijaiyah dengan metode multisensori sangat membantu siswa tunanetra, terutama di tingkat sekolah dasar, dalam mempelajari huruf Arab/hijaiyah.
“Dengan keberhasilan program ini, diharapkan inovasi Digital Braille Hijaiyah dapat diterapkan secara luas di berbagai sekolah inklusif lainnya di Indonesia,” ujarnya.
Tim PKM-PM FIKOM UMI berharap inovasi ini dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan teknologi pendidikan yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan. (***)

