SEPANJANG dua tahun pascamerger, PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) sebagai salah satu Sub-Holding Pelindo yang bergerak di bidang pelayanan operasional terminal non-petikemas sudah melakukan transformasi di 25 cabangnya dan akan terus berlanjut pada tahun 2024 ini.
LAPORAN: MAHATIR MAHBUB
Sektor pelabuhan sangat memegang peranan penting dalam ekosistem perekonomian dan kehidupan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, pembenahan sektor pelabuhan menjadi sebuah keharusan.
Sejak serah terima operasi terminal, PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) langsung berbenah diri meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan yang dikelola dengan menerapkan manajemen mutu berstandar internasional.
Menerapkan standarisasi dan digitalisasi yang dimulai dari perbaikan planning and control, serta improvement traffic flow, kegiatan bongkar muat di pelabuhan pun kini menjadi lebih maksimal.
Setidaknya, hal tersebut terlihat pada waktu sandar kapal (port stay) serta waktu menginap barang (cargo stay) yang lebih pendek. Produktivitas pun meningkat, tidak hanya pada sisi terminal tetapi juga pada sisi pengguna (port user).
PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) yang dalam bisnisnya bergerak pada kepelabuhanan di bidang operasi terminal multipurpose di Indonesia, seperti curah cair, curah kering, dan kargo umum, mengemban tugas mengawal denyut nadi logistik operasional pelabuhan non-petikemas di Indonesia.
Tahun 2023, SPMT berhasil mencatatkan kinerja yang positif dalam pelayanan arus muatan barang curah kering seperti batu bara, bijih besi, gula, kedelai dan lainnya naik 5,9% year on year (yoy) sebesar 55,1 juta ton, sementara curah cair juga mengalami peningkatan 8,9% (yoy) sebesar 30,3 juta ton.

Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada tahun 2023 lalu, total produksi batu bara Indonesia mencapai 775,2 juta mt (metric ton), naik 12% secara year-on-year (YoY) dari 694 juta mt pada tahun 2022. Maka tidak heran jika Indonesia menjadi negara eksportir batu bara terbesar kedua di dunia setelah Australia.
Komoditas ekspor andalan Indonesia lainnya yaitu CPO. Pada tahun 2023, produksi CPO Indonesia mencapai lebih dari 50,07 juta ton, naik 7,15% secara YoY, dari 46,73 juta ton pada tahun 2022.
Arus general cargo dan bag cargo juga mengalami peningkatan 9,8% dibandingkan 2022 sebesar 25,2 juta ton, sementara arus barang berupa gas mengalami peningkatan 49,8% sebesar 13,1 juta MMBTU.
Sama halnya arus barang berupa kendaraan, juga mengalami peningkatan yang mencapai 1,5 juta unit atau naik 8,4% dari 2022. Terpantau juga arus peti kemas naik 1,1% dari 2022 menjadi 429 ribu TEUs.

Untuk mendukung proses transformasi pelabuhan, PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) mengimplementasikan sistem operasi pelabuhan multi terminal yang terintegrasi yakni PTOS-M (Pelindo Terminal Operating System Multipurpose) yang merupakan inisiatif strategis Pelindo Group.
PTOS-M merupakan platform aplikasi pendukung operasi untuk layanan kepelabuhanan pada kargo nonpetikemas yang berbasis fungsi planning and control. PTOS-M memiliki arsitektur yang terintegrasi dengan sistem-sistem lain seperti: customer portal, sistem layanan kapal, dan sistem layanan keuangan.
Selain terintegrasi dengan beberapa sistem, PTOS-M memiliki fitur yang memberikan kemudahan layanan seperti online booking request, operation planning, storage inventory, serta control and monitoring.
Hingga 2024, SPMT yang berdiri sejak tahun 2021 ini mengelola 32 Cabang Pelabuhan yang sebagian dikelola oleh Anak Perusahaan, yaitu PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IKT), Pelabuhan Tanjung Priok (PTP), dan PT Terminal Curah Utama (TCU).
Direktur Operasi SPMT Arif Rusman Yulianto menegaskan, standardisasi dan digitalisasi dimulai dari perencanaan dan pengendalian, serta perbaikan arus lalu lintas, sehingga aktivitas bongkar muat bisa maksimal.
“Sebagai komitmen untuk menghadirkan layanan operasional dan komersial yang unggul, SPMT melakukan transformasi di seluruh pelabuhan yang dimulai dengan tahap standarisasi, diikuti oleh sistemisasi, dan akan dilanjutkan dengan melakukan integrasi. Proses transformasi diawali dengan melakukan standarisasi di Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap,” terangnya.
Arif Rusman membeberkan, proses transformasi yang dilaksanakan mengacu pada enam pilar yakni, Proses, SDM, Teknologi, Peralatan, Infrastruktur and HSSE yang hingga saat ini terminal yang sudah dilakukan transformasi telah mencapai maturity level 3 dan akan dikembangkan secara terus menerus.
“Sepanjang tahun 2023, SPMT telah melakukan transformasi di 24 Cabang Pelabuhan, dengan melakukan standarisasi dan digitalisasi dimulai dari perbaikan planning and control, serta improvement traffic flow sehingga kegiatan bongkar muat menjadi lebih maksimal,” jelasnya.
Arif Rusman kemudian menambahkan perbaikan pada proses tentunya berdampak pada peningkatan produktivitas Ton/Ship/Day serta penurunan port stay dan cargo stay yang signifikan.
Untuk meningkatkan layanan end to end kepada pengguna jasa serta sebagai salah satu langkah dalam meningkatkan market share, SPMT melaksanakan program peningkatan status terminal multipurpose menjadi dedicated terminal yaitu Terminal Curah Cair (TCC) Ujung Baru, Terminal Curah Kering (TCK) Ujung Baru, TCK IKD 2 dan IKD 3 Pelabuhan Belawan; TCC Dermaga CPO I dan CPO II Pelabuhan Bagendang; TCK Dermaga C dan TCC Dermaga B sisi dalam Pelabuhan Dumai; TCK Multipurpose 2 Pelabuhan Tanjung Intan, TCC Jetty 1 dan 2 Pelabuhan Bumiharjo; serta TCC Martapura Baru Pelabuhan Trisakti.
Perluas Ekspansi Bisnis Melalui Kerja Sama BUMN dan Swasta
Tahun 2023, PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) memperluas bisnisnya melalui kerja sama operasional TUKS BUMN dan swasta, pengoperasian pelabuhan Kementerian/Lembaga, serta layanan nonkontainer tambahan dan ekspansi bisnis.
“Pelindo Multi Terminal bertekad takkan berhenti bertransformasi, mengoptimalkan operasional, memperluas ekspansi bisnis, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, menjadi yang terbaik untuk Indonesia,” pungkas Direktur Operasi SPMT Arif Rusman Yulianto sembari menyebutkan di tahun ini SPMT akan terus melakukan transformasi pada lima terminal yaitu Malahayati, Lhokseumawe, Parepare, Garongkong, dan Lembar.

Direktur SDM SPMT, Edi Priyanto menambahkan SPMT terus membenahi kinerjanya di seluruh branch dalam memberikan pelayanan kepada para pengguna jasa. Tidak terkecuali branch SPMT yang terletak di wilayah barat Indonesia yakni Malahayati dan Lhokseumawe.
Branch Malahayati dan Lhokseumawe resmi dioperasikan SPMT terhitung sejak 1 Agustus 2023. Semenjak 2024, sampai dengan Februari ini, SPMT Branch Malahayati melayani arus muatan barang 75.587 ton curah kering, 1.700 ton curah cair, 2.694 ton bag cargo, serta 1.923 TEUs (twenty-foot equivalent unit) petikemas.
Sementara itu, SPMT Branch Lhokseumawe di tahun 2024 sampai dengan Februari ini melayani muatan bag cargo dan general cargo sebanyak 23.486 ton/m3, curah cair sebesar 4.933 ton, curah kering sebesar 43.710 ton, dan peti kemas sebanyak 1.087 TEUs.
“SPMT mulai mengoperasikan Branch Malahayati dan Lhokseumawe pada 1 Agustus dan kami terus melakukan pembenahan dari berbagai aspek baik itu operasi, komersial, HSSE, maupun SDM agar pengoperasian pelabuhan dapat berjalan efektif dan efisien serta mampu memberikan nilai tambah bagi para stakeholders,” ujar Edi Priyanto dalam kunjungan kerja Direktur Pengelola Pelindo, Putut Sri Muljanto ke Pelabuhan Malahayati.
Sejalan dengan komitmen SPMT dalam menghadirkan layanan operasional dan komersial yang unggul, SPMT terus melakukan transformasi di seluruh pelabuhan yang dimulai dari tahap standarisasi, sistemisasi, serta integrasi.
“SPMT akan terus melakukan transformasi di seluruh pelabuhan yang dikelolanya, salah satunya yaitu Malahayati dan Lhokseumawe. Proses transformasi ini bertujuan untuk melakukan standarisasi seluruh pelabuhan yang dikelola di seluruh Indonesia. Transformasi ini juga akan berdampak pada perbaikan proses yang dapat meningkatkan produktivitas pelabuhan serta penurunan port stay dan cargo stay yang signifikan,” tambah Edi Priyanto.
Edi Priyanto menegaskan, proses transformasi pelabuhan juga didukung dengan upaya peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM melalui pelatihan, workshop, dan sertifikasi bagi pekerja SPMT.
Tingkatkan Layanan Kapal Pesiar, Topang Sektor Ekonomi Pariwisata
PT Pelindo Multi Terminal atau SPMT, mencatat sebanyak 28 kapal pesiar masuk ke wilayah Indonesia sepanjang 2024. Kapal-kapal tersebut masuk melalui tiga pelabuhan dengan membawa total puluhan ribu turis.
Sekretaris Perusahaan SPMT Fiona Sari Utami, mengungkapkan, SPMT telah melayani 28 kapal pesiar yang bersandar di tiga terminal penumpang di bawah kelolaannya, sampai dengan April 2024.
Ketiga terminal itu berada di Pelabuhan Tanjung Emas (Jawa Tengah), Pelabuhan Gilimas (Nusa Tenggara Barat) dan Pelabuhan Nusantara Parepare (Sulawesi Selatan).

Dari jumlah itu, sebanyak 13 kapal bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas. Kapal-kapal pesiar yang bersandar di pelabuhan ini berlayar dari beberapa pelabuhan lain di Indonesia dengan membawa 10.392 orang wisatawan asing.
Fiona Sari Utami mengatakan, layanan sandar kapal pesiar di branch SPMT tersebut merupakan wujud komitmen SPMT mendukung sektor ekonomi dan pariwisata Indonesia.
“SPMT sangat menyambut baik kedatangan sejumlah kapal pesiar yang membawa ribuan wisatawan mancanegara yang sandar melalui pelabuhan yang dikelola SPMT seperti di Tanjung Emas, Lembar, dan Parepare. Ini bentuk dukungan SPMT untuk ekonomi juga pariwisata Indonesia,” kata Fiona dalam keterangan tertulisnya, Rabu (01/05/2024).
Fiona mengatakan, SPMT melakukan persiapan matang agar dapat memberikan pelayanan yang prima kepada kapal pesiar. Pasalnya, kedatangan kapal pesiar yang membawa ribuan wisatawan mancanegara akan berdampak pada perekonomian dan wisata, khususnya di sekitar wilayah kerja pelabuhan. Termasuk bagi pelaku UMKM untuk menawarkan produk kreatif.
Setelah turun dari kapal, para turis disambut dengan kesenian tradisional dan para penjual souvenir khas daerah. Mereka kemudian berwisata ke berbagai objek bersejarah di Jawa Tengah, seperti Candi Borobudur, Gedong Songo, Ambarawa, dan city tour mengelilingi Kota Semarang.
Adapun umlah pesiar yang bersandar di Pelabuhan Gilimas sebanyak 14 kapal dengan membawa total 45.548 orang wisatawan asing. Dari pelabuhan, para turis kemudian berwisata seperti ke Taman Narmada, Pantai Senggigi atau mengunjungi pengrajin gerabah.
Sedangkan terminal penumpang di Pelabuhan Nusantara Parepare mendapat kunjungan satu kapal pesiar bernama MV Seabourn Odyssey. Kapal berbendera Bahamas itu berlabuh pada Selasa (12/03/2024).
Kapal berbobot 32.447 Gross Tonnage (GT) sepanjang 198,19 meter tersebut bersandar di Parepare dengan membawa 438 orang wisatawan asing. Seabourn Odyssey berangkat dari Pelabuhan Benoa, Bali dengan pelabuhan tujuan terakhir di Manila, Filipina.
“Kedatangan kapal pesiar ini merupakan kapal pertama yang singgah di Pelabuhan Parepare paska pandemi tahun 2020,” tambah Fiona.(*)




