Musrembang Tingkat Kecamatan Sinjai Tengah Dibanjiri Usulan Kepala Desa

Musrembang Tingkat Kecamatan Sinjai Tengah Dibanjiri Usulan Kepala Desa

SINJAI, UPEKS.co.id – Pelaksanaan Musyawarah Perencaan Pembangunan (Musrembang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2025 tingkat Kecamatan Sinjai Tengah di aula Kantor Kelurahan Samaenre, Lappadata, Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai, Jumat (01/03/2024).

Musrenbang yang dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Sinjai, Andi Jefrianto Asapa mewakili Pj Bupati Sinjai, anggota DPRD Sinjai, Fahriandi Matoa,Ambo Tuwo,Zainal Abidin, Forkopimda Sinjai, Kepala OPD terkait, Kapolsek Sinjai Tengah,unsur kepala desa/kelurahan se Kecamatan Sinjai,TP PKK Kecamatan Sinjai Tengah, tokoh perempuan,tokoh masyarakat/agama dan unsur Lsm serta undangan lainnya.

Bacaan Lainnya

Andi Jefrianto yang mewakili Pj Bupati Sinjai menegaskan bahwa Musrenbang adalah salah satu tahapan dalam penyusunan RKPD yang dilakukan setiap tahun yang tujuan untuk penyelarasan, penajaman, klarifikasi dan kesepakatan usulan rencana kegiatan pembangunan desa/kelurahan, yang diintegrasikan dengan prioritas pembangunan Daerah di wilayah kecamatan.

“Usulan desa/kelurahan yang akan menjadi kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan harus sesuai dengan sasaran dan prioritas pembangunan daerah. Kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan nantinya akan dikelompokkan berdasarkan tugas dan fungsi Perangkat Daerah,” ujarnya.

Olehnya itu, Andi Jefrianto menekankan kegiatan prioritas pembangunan daerah di wilayah kecamatan tetap mengacu pada rencana program dalam rancangan RKPD. Dalam penyusunan RKPD Tahun 2025 mengacu pada Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Tahun 2024-2026 yang telah ditetapkan.

“Pemerintah Daerah berkomitmen melaksanakan program prioritas dan program unggulan yang tertuang dalam RPD Kabupaten Sinjai dan Renstra Perangkat Daerah Tahun 2024-2026,” ungkapnya.

Perlunya Penguatan dan Realisasi

Pada kesempatan sesi dialog yang dipandu Camat Sinjai Tengah,Andi Syahrul Paesa,S.Ip, tersimpul sejumlah program usulan yang sebelumnya telah ditetapkan pada Musrembang Tingkat Desa sejak tahun 2020 hingga tahun 2023, bahkan telah menjadi program skala prioritas di Musrembang Tingkat Kecamatan,  namun hingga tahun 2024 belum terealisasi.

Persoalan tersebut mencuat pada sesi penguatan yang dikemas dalam sesi dialog dari para kepala desa dan kelurahan  pada Musrembang 2025 itu.

Seperti yang diungkapkan Kepala Desa Bonto,Sudirman,S.Ip, akses ruas jalan di Dusun Kessi menuju akses ke Kantor Desa Bonto sepanjang 2 km, selama kurang lebih 15 tahun terkesan tidak mendapatkan perhatian dari Pemerintah.

“Musrembang yang telah digelar sebelumnya pada tahun 2021 – 2023 akses ruas jalan yang selama ini rusak parah, menjadi usulan program prioritas,” ungkap Sudirman seraya berharap, agar program usulan ini tidak hanya sebatas janji di atas kertas, melainkan realisasi nyata.

Begitu  pula yang diungkap Kepala Desa Pattongko,Sulaiman. Menurutnya, akses ruas jalan milik kabupaten dari Dusun Sompong menghubungkan Dusun Tangkulu, selama 8 tahun tidak pernah tersentuh pengerasan apalagi pengaspalan

“Akses ruas jalan ini, juga pernah dijadikan program prioritas Musrembang sebelumnya. Namun hingga kembali Dilaksanakan Musrembang Tahun 2025, belum terwujud,”tandasnya.

Sementara Kepala Kelurahan Samaenre, Baso Bintang,SE sebelumnya mengapresiasi Pemerintah melalui Dinas PUPR Sinjai yang telah merealisasikan beberapa program usulan pada Musrembang sebelumnya.

Namun menurut Baso Bintang, pada Musrembang sebelumnya telah diusulkan pekerjaan  ruas jalan Bongkong- Caile. Yang diharapkan dapat terealisasi pada tahun ini.

Di lain pihak Kepala Desa Kanrung,Muh.Amir Abdullah mengusulkan adanya peralihan asset gedung KUD Mattirowalie yang selama bertahun-tahun tidak berfungsi lagi,dialihkan untuk pembangunan TK Pertiwi yang selama ini menumpang pada sekertariat Karangtaruna Kanrung.

Kepala Desa Mattunreng Tellue, Ismail,S.Pd berharap agar ruas jalan Bonto Penno mendapat perhatian realisasi pekerjaan tahun ini dan meminta agar dinas terkait memperhatikan dan membantu penyelesaian pasca longsor yang terjadi di Batu Lappa-Langiru. Dimana material longsornya hingga kini menghambat akses jalan dan pengairan.

Begitu juga dengan Kepala Desa Baru, Muchlis,S.Pd, menekankan begitu patutnya Pemerintah memperhatikan dengan mengalokasikan anggaran perbaikan akses jalan  menuju obyek wisata Bulu lancing, yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan parah.

“Akibatnya, akses menuju obyek wisata yang satu-satunya ada di Sinjai Tengah, menjadi terhambat utamanya dalam pemasukan devisa APBDes,”tandasnya seraya menambahkan, begitu juga akses jalan yang pernah diusulkan Musrembang sebelumnya.

Muchlis juga berharap pada  kesempatan itu, agar Pemerintah melalui dinas terkait untuk memperhatikan dan membantu pengembangan agro wisata yang dikemas dalam program perkebunan desa, dimana pada lokasi itu, terdapat ribuan tanaman buah yang bisa menjadi devisa desa dan daerah.

Lain halnya dengan Kepala Desa Gantarag,Insan yang ada kesempatan itu mengungkapkan bahwa di desanya tidak ada jalan kabupaten. Hanya terdapat akses jalan antar dusun kewenangan pemerintah desanya.

“Saya berharap pada kesempatan ini, yang kami minta adalah lampu penerangan jalan dan penambahan jaringan. Mengingat warga kami sangat mendambakan arti penerangan dan penambahan jaringan,”tandasnya seraya menambahkan adanya usulan dari kepala SDN 66 Gantarang untuk pembuatan WC sekolah, karena selama ini baik guru dan siswa menumpang buang hajat di WC masjid serta pagar sekolahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Saotengnga,Andi Mappima Noma,S.Pd turut mengemukakan perlunya realisasi pekerjaan ruas jalan Cemmu di Dusun Tarangkeke.Perlunya mendapat perhatian penataan halaman sekolah seperti pemasangan paving blok, drainase dan talud di sekolah.

Menanggapi ungkapan aspirasi dari kepala desa/kelurahan tersebut, Pemerintah melalui Dinas terkait, berjanji akan menyelaraskan dengan anggaran yang tersedia.

”Insya Allah, semua program usulan yang dikemukakan kepala desa dan kelurahan akan kami perhatikan,” ungkap Kepala Dinas PUPR Sinjai,H.Haris Achmad. (awal)