Cegah Konflik Agraria, Tim Dit Intelkam Polda Sulsel Sosialisasi dan Edukasi Hukum di Polut

Cegah Konflik Agraria, Tim Dit Intelkam Polda Sulsel Sosialisasi dan Edukasi Hukum di Polut

TAKALAR, UPEKS.co.id — Dalam rangka memberikan pemahaman hukum serta dampak konflik agraria, Direktorat Intelkam Polda Sulsel bidang Ekonomi, melakukan pertemuan silaturahmi dengan masyarakat dan petani di Kecamatan Polongbangkeng Utara (Polut), Kabupaten Takalar.

Dalam pertemuan silaturahmi yang diawali di Kantor Desa Lassang Barat (Lasbar) itu, Kepala tim Dit Intelkam Polda Sulsel yang dipimpin AKP Taufik Ismail melakukan sosialisasi dan edukasi hukum kepada 40 peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, Kelompok Tani (Poktan) dan sejumlah anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Lasbar, Rabu (20/3/2024) sekira pukul 10.30 Wita.

Bacaan Lainnya

“Sebagai masyarakat, kita harus patuh terhadap hukum dan Undang-undang serta paham akan upaya pencegahan pelanggaran hukum maupun apabila terjadi suatu konflik agraria yang dimana akan merugikan masyarakat itu sendiri,” jelasnya dalam sosialisasi tersebut.

Usai di Desa Lasbar, tim Dit Intelkam Polda Sulsel melanjutkan kegiatan serupa di kantor Kelurahan Parang Luara, Polut, Takalar, sekitar pukul 11.30 hingga pukul 12.30 Wita. Dihadiri 25 peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, Poktan, perangkat kelurahan serta melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Sosialisasi dan edukasi hukum ini juga bertujuan sama, yakni agar masyarakat lebih paham prosedur hukum tentang agraria serta langkah-langkah dalam pencegahan konflik agraria dengan tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita hoaks dari oknum-oknum yang ingin mengambil keuntungan pribadi dari adanya konflik agraria tersebut.

“Kegiatan ini dilaksanakan sehubungan adanya permasalahan yang terjadi antara masyarakat di Kecamatan Polut dengan pihak PTPN XIV Takalar. Sehingga untuk menghindari munculnya konflik horizontal, maka Dit Intelkam Polda Sulsel berupaya memberikan pesan-pesan Kamtibmas dan pemahaman hukum serta dampaknya apabila di tengah-tengah masyarakat terjadi konflik,” jelas AKP Taufik Ismail, SH.(rif)