ENREKANG, UPEKS.co.id — PJ Bupati Enrekang Dr. H. Baba memaparkan Kemajuan Pembangunan di Kabupaten Enrekang dari tahun ke tahun terus meningkatkan. Hal ini dipaparkan Baba di depan PJ Gubernur Sulawesi Selatan dan para undangan pada acara Peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Enrekang ke 64 yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Enrekang, Senin (19/2/2024).
Baba mengatakan masyarakat Enrekang harus bersyukur atas berkembang Kabupaten Enrekang dari waktu ke waktu terus mengalami kemajuan.
” Meskipun pada beberapa hal kita masih diperhadapkan pada tantangan dan permasalahan pembangunan. Berbagai capaian-capaian indikator makro pembangunan serta prestasi yang diraih selama beberapa periode, pembangunan sampai saat ini kiranya cukup menggambarkan kemajuan dan perkembangan kinerja Pemerintah Kabupaten Enrekang”. Ujarnya.
“Namun yang pasti hasil pembangunan yang paling bernilai semenjak di ikhtiarkan Kabupaten Enrekang sejak empat atau lima tahun yang silam adalah pembangunan yang senantiasa untuk sebesar-besar kemakmuran bagi masyarakat Kabupaten Enrekang “. Tambahnya.
Gambaran capaian makro pembangunan daerah yang dipaparkan PJ Bupati antara lain: Kualitas hidup masyarakat Enrekang yang semakin meningkat dimana angka indeks pembangunan manusia meningkatkan dari tahun sebelumnya 73,39 poin tahun 2022 menjadi 73,11 poin pada tahun 2023. Dalam hal ini Kabupaten Enrekang menduduki peringkat ke 5 di Sulsel.
Angka harapan hidup masyarakatpun meningkat dari 71,17 tahun di tahun 2022 meningkatkan manjadi 73,92 tahun 2023. Itu artinya rata-rata masyarakat Enrekang mampu bertahan hidup hingga umur 74 tahun, hal ini menunjukkan makin membaiknya derajat kesehatan masyarakat Enrekang.
Harapan lama sekolah meninggalkan menjadi 13,87 persen ini menggambarkan meningkatnya cakupan dan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Enrekang peringkat ke 5 di Sulsel
Selanjutnya Pengeluaran perkapita penduduk meningkat dari 11,183 ribu pada tahun 2022 menjadi 11,636 ribu perkapita pertahun pada tahun 2023.
” Namun ini menjadi tantangan bagi kita adalah bagaimana meningkatkan daya beli masyarakat, karena posisi Kabupaten Enrekang berada pada peringkat 23 dari 24 Kabupaten/Kota”. Papar PJ Bupati.
Menurutnya, Pemerataan pendapatan masyarakat semakin baik hal ini di tunjukan dengan ketimpangan yang menurun melalui angka rasio yang menurun dari angka 0,362 menjadi 0,346. Pertumbuhan ekonomi daerah menjadi tantangan pembangunan ekonomi daerah sebagai dampak dari El Nino dari 6,366 persen tahun 2021 menjadi 3,71 persen tahun 2022.
” Penurunan pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh perlambatan laju pertumbuhan sektor pertanian sebagai sektor dominan dalam struktur perekonomian daerah. Oleh karena itu saya kira kebijakan Pemerintah Daerah untuk memperbanyak sumur bor di lahan-lahan pertanian sehingga meski musim kemarau Petani kita masih bisa berproduksi”. Ujarnya. (Sry)

