Jual di Atas HET, PT. Ponggawa Gas Morut Beri Sanksi Pangkalan di Kecamatan Petasia

Jual di Atas HET, PT. Ponggawa Gas Morut Beri Sanksi Pangkalan di Kecamatan Petasia

KOLONODALE, UPEKS.co.id – Pimpinan PT. Ponggawa Gas Morut, Fanny Mistika Tampake, M.Kom melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan elpiji yang ada di Morowali Utara.

Inspeksi mendadak ke pangkalan ini bersama Pertamina area Sulteng dan Dinas Perekonomian Pemda Morut.

Bacaan Lainnya

Fanny Mistika Tampake mengatakan, saat melakukan sidak di pangkalan Kecamatan Petasia, ditemukan ada pangkalan yang menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET), Selasa (01/08/2023).

Atas temuan itu, Fanny yang juga merupakan anggota DPRD Morut memberikan sanksi kepada pangkalan tersebut.

“Kita beri sanksi dengan tidak dilayani pangkalannya selama satu bulan lamanya. Jika masih tidak mendengar atau masih nakal, kita akan lakukan Pemutusan Hubungan Usaha (PHU),” katanya.

Fanny sapaan karibnya juga mengungkapkan, bahwa terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kg karena sudah ditertibkan nya pasokan gas elpiji 3 Kg dari luar Morut.

“Ini berarti kuota yang ada masih kurang, dengan bertambahnya masyarakat Morut, dan juga kesadaran masyarakat Morut dalam hal penggunaan elpiji masih kurang,” bebernya.

Apalagi kata Fanny, Pemda juga telah menghimbau agar masyarakat Morut lebih bijak dalam penggunaan elpiji.

“Mustinya gas elpiji 3 kg bersubsidi dipakai oleh masyarakat berekonomi menengah kebawah yang berpenghasilan dibawah Rp1.500.000. Sedangkan masyarakat berekonomi menengah keatas memakai elpiji non subsidi,” jelasnya.

Sekadar diketahui, beberapa pedagang menjual gas elpiji dengan harga bervariasi, mulai Rp60 ribu hingga Rp80 ribu per tabungnya. (*)

Pos terkait