Anggota DPRD Kembali Pertanyakan Insentif Nakes

  • Whatsapp
Anggota DPRD Kembali Pertanyakan Insentif Nakes
Anggota DPRD Bulukumba, Juandy Tandean

BULUKUMBA, UPEKS.co.id — Anggota DPRD Bulukumba dari Fraksi Partai Golkar, Juandy Tandean, kembali mempertanyakan insentif tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19 yang belum dibayarkan.

Menurut Anggota Komisi A DPRD Bulukumba itu, belum diterimanya insentif covid-19 selama enam bulan lamanya dinilai bukti ketidakseriusan Pemkab Bulukumba, dalam memperjuangkan hak paramedis.

Bacaan Lainnya

”Masih ada enam bulan ditahun 2020 yang belum dibayarkan, ini masalahnya apa, kasian teman-teman medis mereka bekerja bertaruh nyawa tapi kesejahteraan mereka diabaikan,” ungkap Juandy, Kamis (22/7/2021).

Dia menerangkan, baginya para nakes, meskipun adalah relawan, dia merasa bahwa hak mereka sebagai tenaga medis atau tenaga kesehatan itu benar-benar dijamin konstitusi atau Undang-Undang (UU). Bahkan, Peraturan Menteri Kesehatan yang kemudian menjadi landasan nakes harus mendapatkan jasa atau upah dari setiap kerja mereka sebagai tenaga medis.

“Mereka telah membaktikan dirinya untuk daerah, menjadi garda terdepan dalam penanganan covid, Apresiasi perlu diberikan kepada mereka tak ada alasan untuk menunda apa lagi sudah berbulan bulan lamanya,” ujarnya.

Bagi JT, kinerja Dinas Kesehatan ataupun Rumah Sakit tidak akan sukses tanpa peran dari para medis utamanya yang berstatus magang ataupun honor. Tidak bisa dipungkiri merekalah yang memiliki tupoksi kerja yang cukup banyak dalam menghadapi pasien.

“Sudah kecil lama lagi dibayarkan, Dinkes harus menjelaskan apa alasannya sampai ini belum dibayarkan padahal ini sudah memasuki semester kedua tahun 2021,” tegasnya. (Sufri)

Pos terkait