Dampak El Nino, 115 Hektare Sawah di Maros Alami Kekeringan

Dampak El Nino, 115 Hektare Sawah di Maros Alami Kekeringan

MAROS,UPEKS.co.id— Pemerintah Kabupaten Maros mencatat sebanyak 115 hektare persawahan mengalami dampak kekeringan fenomena iklim el nino.

Bupati Maros, Chaidir Syam mengatakan 115 hektare sawah tersebut berada di Kecamatn Maros Baru dan Mandai.

Bacaan Lainnya

“Ada 115 hektar sawah di Kecamatan Maros Baru dan Mandai yang terdampak,” ujarnya.

Saat ini pihaknya pun sedang membentuk satgas di Dinas Pertanian.

“Untuk melihat bagaimana sawah-sawah kita, barangkali ada yang membutuhkan penyaluran air dari sungai, pompanisasi, akan kita bantu penyaluran air bersihnya ke sawah-sawah,” katanya.

Bahkan ia akan melakukan koordinasi dengan pihak provinsi untuk mendapatkan bantuan benih dan bibit.

“Untuk para petani yang baru mau menanam maupun petani yang mengalami gagal panen,• tuturnya.

Mantan Ketua DPRD Maros itu mengatakan ada beberapa kecamatan yang terdampak kekeringan dan kesulitan air bersih.

“Ada beberapa kecamatan yang memang berdampak pada kondisi alam ini. Paling parah di Kecamatan Bontoa, juga ada Lau, Maros Baru, dan Marusu. Sedangkan yang stabil ada Bantimurung, Simbang, Camba dan Cenrana,” bebernya.

Maknya ia juga membentuk satgas yang bertugas menyalurkan air bersih ke kecamatan-kecamatan yang terdampak

“Sebenarnya satgas ini sudah bekerja sejak beberapa pekan lalu, hanya saja baru dilepas secara resmi hari ini dan Alhamdulillah yang terlibat cukup banyak bahkan hari ini ada 25 tangki air yang akan didistribusikan,” ujarnya.

Ketua PMI Maros ini menjelaskan, karena banyaknya tim yang bergabung sehingga pihak BPBD selaku koordinator akan mengatur titik-titik pendistribusian air bersih tersebut.

Ada beberapa tim yang bergabung selain BPBD yang merupakan koordinator, seperti PDAM Maros, pemadam kebakaran, Abu Darda, PMI Maros, Baznas, Balai Riset Perikanan Budi Daya Air Payau serta Kostrad. (***)