Makassar, Upeks –Anggota Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Pusat Sulistyowati, uang saku jemaah haji atau Living Cost sebesar Rp3.030.000 yang dibagikan sangat bermanfaat saat proses ibadah haji berjalan nantinya.
“Mengingat banyaknya jumlah jemaah dari seluruh dunia yang akan beribadah, ditambah tingginya mobilisasi di Arab Saudi, uang tersebut dapat digunakan dalam kondisi-kondisi mendesak,” ujarnya saat melepas kloter 23 UPG asal Kota Makassar, Kabupaten Gowa dan Takalar, Jumat (9/6/2023).
Didampingi Kepala Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan Jemaah PPIH Embarkasi Makassar H. Wahyuddin Hakim, kata Sulistyowati, hal ini dipersiapkan oleh BPKH demi kenyamanan dan kelancaran proses ibadah haji seluruh jemaah asal Indonesia.
“BPKH senantiasa berusaha semaksimal mungkin mempersembahkan yang terbaik kepada seluruh jemaah haji utamanya dalam hal peningkatan layanan haji,” lanjutnya.
Disebutkan Dana haji yang dikelola BPKH per April 2023 sekitar 165,92 triliun, dan dana tersebut aman dan masih utuh. “Jadi tidak usah dengar gosip dan berita hoax terkait dana haji,” terangnya.
Lebih lanjut dikatakan, peningkatan layanan haji yang dipersembahkan oleh BPKH tidak lain tujuannya agar jemaah haji bisa menikmati fasilitas berupa kemudahan dan kelancaran dalam beribadah haji yang tentu outputnya agar jemaah haji Indonesia bisa menjadi haji mabrur.
“Keberangkatan kita tahun Ini untuk Berhaji merupakan ridha Allah. Diharapkan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini aman, sesuai dengan syariah, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan para Jemaah haji bisa menjadi haji yang mabrur,” ungkapnya yang diamini seluruh hadirin.
Sementara Mewakili Ketua PPIH Embarkasi Makaassar, Wahyuddin Hakim berpesan agar jemaah haji agar fokus jaga kesehatan dan ibadah, jangan menghabiskan waktu dengan aktivitas yang mubazzir dan berpotensi membuat jemaah kelelahan, apalagi cuaca saat ini diprediksi diatas 45 derajat celcius. (rls)

