Makassar, Upeks–Jemaah Haji Lanjut Usia (Lansia) yang menunaikan ibadah ibadah tahun ini cukup banyak, tak terkecuali di Sulsel.
Data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) mencatat, jemaah haji lanjut usia berusia 65 tahun ke atas mencapai angka 1.992 orang dari 7.272 total kuota Jemaah Haji Sulsel tahun 2023.
“Ini terjadi karena adanya dua kali pembatalan keberangkatan jemaah haji pada 2020 dan 2021, serta kebijakan pembatasan usia pada 2023,” ujar
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1444 H/2023 M Subhan Cholid.
Jemaah lansia ini dikategorikan dalam dua jenis, yakni Lansia Mandiri yang meskipun dari segi usia sudah sangat berumur, tapi secara fisik dan psikis masih bisa survive. Jenis lainnya adalah Jemaah tidak mandiri yang baik secara fisik dan psikis sudah membutuhkan bantuan dan penanganan khusus.
Mengusung tema Haji Ramah Lansia” pada musim haji 1444 H/2023 memberikan pengalaman dan tantangan baru bagi para petugas kelompok terbang (Kloter) dan pendamping haji daerah.
Mereka harus memberikan pelayanan lebih ekstra dan lebih sabar dalam mengurus jemaah. Apalagi, banyak Jemaah lanjut usia yang berangkat tanpa pendampingan keluarga.
Salah satu contohnya misalnya Jemaah yang terdapat di Kloter 14 UPG berjumlah 393 orang termasuk petugas yang bernama Lanreng Palakatang Dongi (92 thn).
Usianya boleh disebut sangat paruh baya akan tetapi, bagi Kakek Lanreng, hal tersebut lantas tidak membuatnya ragu berangkat berhaji tahun ini, meski tanpa pendamping, Lanreng yakin akan menjadi salah satu Jemaah haji lansia yang mandiri dan akan menuntaskan segara Ibadah rukun, wajib bahkan Sunnah di Tanah Suci nantinya.
Pria asal Desa Pekaloa Kecamatan Towuti Luwu Timur yang menjadi tertua di Kloternya ini tampak sangat sehat dan masih kuat dan bisa jalan, mungkin karena sudah terbiasa bergerak dalam aktivitas kesehariannya sebagai petani dan pekebun yang masih aktif sampai sekarang.
“Kalau saya tidak bergerak dan bekerja sehari saja, rasanya ada yang kurang dalam hidup saya,” tutur Kakek yang sudah memiliki 24 cucu dan 11 cicit dari 8 anaknya.
Kakek Lanreng merasa bersyukur, tahun ini pemerintah memberikan kuota khusus bagi lansia seusianya, sehingga keinginan terbesar dalam hidupnya bisa terwujud yakni menunaikan Rukun Islam yang Kelima di tanah Suci, padahal pengakuannya baru mendaftar haji pada tahun 2018 dari penjualan hasil bertani dan berkebun yang ditabung selama berpuluh-puluh tahun.
“Semoga selama berada di tanah Suci, Sang Pemilik Ka’bah bisa memberkatinya dengan kesehatan sehingga bisa menuntaskan Ibadah hajinya dan ibadah Sunnah lainnya, meski disatu sisi ia yakin banyak petugas haji disana yang akan membantu dan menolongnya bila dibutuhkan,” ungkapnya, Sabtu, 3 Juni 2023.
Meski usianya hampir seabad, Kakek Lanreng tidak mau merepotkan sesama jemaah dan petugas. Ia memilih berjalan sendiri dan tidak menggunakan kursi roda. Sebelum berangkat, ia menjalani pemeriksaan lengkap untuk memastikan kesehatan dan melengkapi persyaratan vaksin yang dibutuhkan. Ia menjalani vaksinasi meningitis, influenza, dan vaksin Covid-19 dosis penguat.
Beda dengan Lanreng, Teman satu Kloternya bernama Amat Bin Ramik Amaq Jemaah asal Kec. Angkona Kab. Luwu Timur yang berusia 88 Tahun, akan tetapi termasuk golongan lansia yang tidak mandiri dan butuh perhatian khusus.
Kakek Amat ini berangkat haji dengan menggunakan kursi roda, Namun, semangatnya menunaikan ibadah haji tanpa pendamping juga patut diteladani.
Pria yang mengaku transmigran dari Lombok sejak tahun 1981 dan mendaftar haji pada tahun 2018, berani berangkat haji tanpa pendamping karena yakin bahwa pertolongan Allah melalui para petugas haji Indonesia itu akan datang kepadanya.
“Allah akan menolong saya lewat bapak ibu petugas haji,” ucapnya penuh keyakinan.
Tidak adanya pembatasan umur pada haji kali ini. Membuat kakek seperti Lanreng dan Kakek Amat sangat menggantungkan nasibnya kepada petugas Haji baik di Kloter, maupun di Arab Saudi.
Hal inilah yang selalu ditekankan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar kepada seluruh Petugas Haji Kloter maupun Non Kloter di Arab Saudi agar melayani para Jemaah haji sepenuh hati.
”Kami meminta kepada petugas agar lebih ramah dan peduli terhadap jemaah lansia,” kata Ali Yafid saat memantau proses pemberangkatan dan pelepasan Kloter 14 UPG asal Kab. Luwu Utara dan Luwu timur di Aula Mina Asrama Haji Sudiang Makassar. (*)

