MAKASSAR,UPEKS.co.id— Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polrestabes Makassar, memeriksa sembilan orang terduga pelaku pengeroyokan terhadap seorang siswa SMAN 2 Makassar, MS (16).
“Betul hari ini (kemarin) kita periksa lagi sebanyak sembilan terduga pelaku pengeroyokan di SMAN 2 Makassar, ” kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Ridwan JM Hutagaol.
Dari sembilan orang yang diperiksa, diketahui penyidik sebelumnya telah menetapkan empat orang tersangka. Masing-masing yakni RF (18), serta RJ, FR, dan AK yang masih berstatus anak di bawah umur.
Para tersangka merupakan siswa Kelas 12 atau senior satu tingkat dari korban yang masih duduk di Kelas 11. Mereka diyakini telah melakukan pengeroyokan terhadap MS di sekolahnya, pada 21 September 2022 lalu.
Ridwan menjelaskan bahwa pemeriksaan kembali dilakukan berdasarkan petunjuk P19 yang diberikan jaksa di Kejari Makassar. Bahwa pihaknya harus mendalami keterlibatan lima orang lainnya yang menurut korban juga ikut serta dalam peristiwa pengeroyokan yang dialaminya.
“Kami kejar pemeriksaan ini sesuai dengan petunjuk dari Kejaksaan bahwa pelaku sebenarnya berjumlah sembilan orang,” jelasnya.
Adapun kelima terduga pelaku lainnya berdasarkan informasi yang diperoleh, masing-masing berisinial AJ, DK, FD, RK, dan RZ. Semuanya juga merupakan siswa Kelas 12 yang masih berstatus anak di bawah umur.
Ridwan yang ditanya terkait bagaimana kemungkinan adanya penambahan tersangka serta proses penahanan, ia menyebut kalau pihaknya menunggu untuk hasil pemeriksaan.
“Nanti kami lihat dulu hasil pemeriksaannya seperti apa, ” jelas mantan Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulsel ini.
Sebelumnya diberitakan, salah satu tersangka yakni RF sudah dimaafkan korban dan keluarganya melalui upaya restorative justice di Kejari Makassar. Dari situ, RF mengungkapkan semua kronologi kejadian, dimana memang ada sembilan terduga pelaku yang melakukan penganiayaan terhadap korban.
Akibat kejadian itu, MS yang menjadi korban harus mengalami luka serius di kepalanya. Tengkorak di bagian dahinya retak dan menurut dokter harus dilakukan operasi untuk mengetahui secara pasti kerusakannya. (Jay)

