*Aplikasi Umrah Cerdas Tolong Jemaah di Desa dari Travel Bodong
MAKASSAR, UPEKS.co.id — Hampir setiap umat Islam berkeinginan melakukan perjalanan ibadah umrah dan haji ke tanah suci. Termasuk saya, pasti.
Namun untuk ke tanah suci, tentu tidak gampang. Selain menyoal panggilan Allah SWT dan pembiayaan perjalanan. Hambatan lain yang kerap ditemui calon jemaah umrah ataupun haji adalah maraknya travel penyelenggara yang tidak bertanggung jawab.
Sehingga tidak sedikit yang menjadi korban. Khususnya calon jemaah umrah dan haji yang berdomisili di pelosok pedesaan.
Selain karena minim informasi layaknya di perkotaan. Jemaah di pedesaan juga kerap diiming-imingkan harga miring hingga gampang tergiur.
Maryam diantaranya. Warga Desa Pattalassang, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) ini mengaku, kerap mendapat tawaran perjalanan ibadah umrah dengan harga yang terbilang murah.
“Sudah banyak travel yang sering datang ke kampung kami menawarkan paket umrah dan haji. Harganya juga murah dan bahkan ada yang menawarkan bonus gratis biaya berangkat, jika berhasil merekrut beberapa jemaah lagi,” terang Maryam kepada Upeks, Sabtu (29/4/2023).

Tapi sebut Maryam, menyoal perusahaan travel tersebut memiliki izin operasi sesuai ketentuan Kementerian Agama (Kemenag) RI atau tidak, pihaknya tidak mengetahui pasti.
“Kami warga di pedesaan sangat minim informasi. Apalagi sebelum
mengetahui keunggulan dari aplikasi Umrah cerdas dari Kemenag ini. Sehingga sangat terbatas untuk mengecek apakah travel tersebut berizin Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau bodong,” terang Maryam.
Saat ini, sambung Maryam, pihaknya tertolong dengan aplikasi tersebut dan tidak serta merta lagi menerima tawaran travel yang tidak bertanggung jawab.
“Kami warga pedesaan sangat terbantu dengan aplikasi Umrah Cerdas ini. Selain menjadikan kami memilih travel dengan cerdas untuk perjalanan ibadah, fitur aplikasi juga ini bisa diakses kapan saja dan bisa mengecek secara langsung travel umrah resmi berizin PPIU dari Kemenag,” sebut Maryam
Bahkan, sambung Maryam lebih jauh fitur regulasi hingga sanksi juga ditampilkan pada aplikasi Umrah Cerdas tersebut.
Maryam juga berharap, untuk meminimalisir travel bodong mengelabui calon jemaah umrah dan haji di Desa, seluruh pihak terkait dapat memaksimalkan edukasi dan sosialisasi.
“Selain aplikasi Umrah Cerdas, kami juga tertolong dengan giatnya pelaku usaha travel berizin ke pedesaan melakukan edukasi dan sosialisasi ke pedesaan. Meski harga berbeda tapi kami dapat mengetahui peruntukan biaya perjalanan secara terperinci,” ungkap Maryam.

Sementara itu, Muhammad Amrullah, SE, MH Kasi Bina Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus menuturkan jika aplikasi Umrah Cerdas tersebut pada hakikatnya diperuntukkan untuk menekan siasat travel tak berizin dalam melancarkan operasinya mengelabui calon jemaah umrah khususnya warga di pelosok pedesaan.
“Aplikasi Umrah Cerdas ini diluncurkan beberapa tahun lalu yang bertujuan untuk mengedukasi dan memberikan informasi kepada masyarakat secara meluas. Sehingga masyarakat yang berkeinginan beribadah ke tanah suci bisa memilih travel yang berizin dengan cerdas, sehingga perjalanan ibadah dapat berjalan mulus,” jelas Amrullah.
Selain itu, Amrullah juga imbau kepada masyarakat untuk tidak gampang tergiur dengan harga murah yang ditawarkan pelaku travel.
“Jika ada pelaku usaha travel yang menawarkan biaya perjalanan umrah di bawah dari regulasi yang ditetapkan yakni Rp29.500.000, calon jamaah patut mencurigai,” terang Amrullah.
Pasalnya harga yang ditetapkan tersebut sudah mencakup seluruh komponen perjalanan. Bahkan sudah ditekan seminim mungkin.
“Biaya tersebut sudah melalui kajian panjang dan mencakup semua komponen termasuk naik turunnya harga tiket maskapai hingga biaya inap hotel di Arab Saudi. Sehingga sekali lagi kami imbau untuk tidak terperdaya dengan harga murah dan selalu senantiasa mawas diri,” jelas Amrullah.
140 Travel di Sulsel Berizin PPIU Kemenag
Amrullah juga menyebutkan travel berizin PPIU Kemenag Sulsel meningkat pesat. Jika kata dia, pada 2020 hanya sekitar 40 travel yang berizin resmi, 2023 sudah lebih dari 100 travel.
“Hingga 2023 saat ini, yang berizin resmi dari Kemenag Sulsel sudah mencapai sekitar 140 travel. Hal ini menandakan jika bisnis travel di Sulsel meningkat,” imbuh Amrullah.
Dan tentu juga, tambah Amrullah hal tersebut memberi ruang lebih luas bagi masyarakat untuk memilih travel yang aman dan sesuai kebutuhan pastinya.
Asosiasi Penyelenggara Umrah dan Haji di Sulsel Gelar Event Edukasi
Sebagai bentuk wujud edukasi kepada masyarakat Sulsel, Asosiasi Penyelenggara Umrah dan Haji bersinergi gelar event edukasi dan sosialisasi di Mal Ratu Indah, Jumat-Minggu (28-30/4/2023).
Asosiasi tersebut diantaranya Amphuri DPD Sulampua dan Kesthuri Sulsel. Hal tersebut disampaikan Direktur PT Radja Idea Komunikasi, Mawardha DJ saat dikonfirmasi Upeks, Sabtu (29/4/2023).
Kata Wardha, event yang bertajuk Gebyar Umrah dan Holiday (Gemday 2023) merupakan event perdana yang digelar pasca pandemi.
“Tujuannya tidak lain sebagai wadah edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya kepada calon jamaah umrah dan haji untuk mendapatkan informasi faktual menyoal perjalanan ibadah pastinya,” terang Wardha.

Ditanya terkait jumlah travel yang ikut serta, Wardha menyebutkan sebanyak 30 travel yang sudah berizin PPIU Kemenag.
Tidak hanya itu, tambah Wardha event edukasi dan sosialisasi ini juga didukung dari berbagai pihak seperti perbankan, asuransi, penyedia visa dan lainnya.
“Kami berharap melalui event ini bisa menstimulus masyarakat, cara cerdas memilih travel yang aman untuk perjalanan ibadah umrah dan haji hingga perjalanan liburan baik dalam negeri ataupun luar negeri,” terang Wardha.
Sementara itu, salah satu travel yang hadir pada Gemday 2023 yakni Prima Unggul Global menawarkan beragam paket Umrah dan Haji khusus.
“Kami hadir pada Gemday 2023 selain untuk mengedukasi secara langsung calon jemaah, kami juga menghadirkan beragam paket unggulan umrah dan haji khusus yang tentu sudah sesuai dengan regulasi pastinya,” terang Direktur Prima Unggul Global, Auliyah.
Gemday 2023 ini pun diapresiasi Muhammad Amrullah, SE, MH Kasi Bina Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus.
Kata Amrullah, yang tak kalah pentingnya dimaksimalkan di tengah menghadapi tantangan dalam penyelenggaraan umrah dan haji adalah ciptakan sinergitas dalam mengedukasi masyarakat.
“Tentu sangat penting membangun sinergi khususnya bersama asosiasi travel umrah dan haji untuk memaksimalkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat menyoal umrah dan haji yang aman salah satunya tentu melalui event edukasi seperti Gemday 2023 yang berlangsung saat ini,” pungkas Amrullah.
Apalagi kata Amrullah, travel yang tergabung pada asosiasi tersebut sudah pasti memiliki izin PPIU dari Kemenag. Sehingga tidak diragukan lagi menyoal keamanan.
“Untuk itu, kami berharap sinergitas tersebut bisa terus terjalin baik, sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang baik dan dapat beribadah dengan baik pastinya” tutup Amrullah.
(Penulis : Hasmiati Mus)

