Makassar, Upeks–Menghadapi Tahun Politik Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menggelar deklarasi damai umat beragama.
Deklarasi yang dilakukan dalam rangka peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama RI ke-77, berlangsung di Red Corner Cafe, Jl Yusuf Daeng Ngawing, Makassar, Sabtu (14/1/2023).
Sejumlah tokoh lintas agama melakukan penandatanganan deklarasi disaksikan Pemprov Sulsel, Pangdam XIV Hasanuddin, dan Kapolda Sulsel, dan sejumlah tokoh pemuda dari organisasi lintas agama.
“Deklarasi itu dimaksudkan untuk selalu menjaga kerukunan umat demi Indonesia hebat. Selain itu, deklarasi dilakukan juga sekaligus menjadi momentum karena telah memasuki tahun politik,” ujar Kakanwil Kemenag Sulsel Khaeroni.
“Kemenag berharap pimpinan majelis agama dapat menjaga umatnya dengan baik demi terlaksananya proses pemilu dengan baik,” imbuhnya.
Terdapat empat poin dalam naskah yang dibacakan Ketua FKUB Sulsel Prof.Dr. Abd Rahim Yunus, M.A.
Pertama, memperkuat komitmen kebangsaan untuk merawat kebhinekaan yang menjadi anugerah terbesar bangsa Indonesia.
Kedua, mengukuhkan gerakan moderasi beragama untuk seluruh umat beragama guna mewujudkan kehidupan sosial yang rukun dan harmonis.
Ketiga, menghindari segala bentuk ujaran kebencian, berita bohong, dan tindakan yang dapat mengakibatkan pembelahan sosial akibat polarisasi politik.
Keempat, berkomitmen untuk tidak menggunakan rumah ibadah sebagai tempat kampanye atau aktivitas politik praktis sebagaimana larangan yang tertuang dalam Undang-undang Pemilu.
“Mari komitmen bersama menjaga kerukunan dan kedamaian,” ajaknya.
Ketua Komisi Kerasulan Awam (KERWAM) dan Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAK) Keuskupan Agung Makassar (KAMS), Pastor Albert Arina mengatakan, dalam hidup berbangsa dan bernegara memang harus tetap menjaga kerukunan umat beragama, dengan mampu membangun komunikasi satu sama lain.
Apalagi tahun depan Indonesia akan memasuki pesta demokrasi maka perlu terobosan yang baik bagi majelis-majelis agama untuk membangun komunikasi satu sama lain.
Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Sulawesi Selatan, dr Ferdy Sutono, mengatakan, umat mendukung tercipta damai tahun politik dan seterusnya.
Naskah deklarasi ditandatangani oleh Ketua FKUB Sulsel Prof Abdurrahim Yunus, Ketua MUI Sulsel Prof Nadjamuddin, Ketua PGIW Sulselbara Pendeta Adrie O Massie, Pastor Albert Arina, Ketua PHDI Sulsel Gede Durrahman, Ketua Walubi Sulsel Hendry Sumitomo, Ketua Permabudhi Sulsel Dr Yonggris Lao dan Ketua Matakim Sulsel Ws. dr. Ferdy Sutono.
Selain Kakanwil Kemenag Sulsel, Ketua FKUB Sulsel Prof.Dr. Abd Rahim Yunus, M.A, tampak hadir Kepala Badan Kesbangpol Sulsel Drs. Muh. Firdah, M.si, Pangdam XIV Hasanuddin, diwakili Asintel Kodam Kolonel Wirawan, Kapolda Sulsel diwakili Kasubdit Binmas Polda Sulsel Kompol Amrin, SH. (rls)

