Hampir 96% Penduduk Toraja Utara Terjamin ke Dalam Program JK

Hampir 96% Penduduk Toraja Utara Terjamin ke Dalam Program JK

Toraja Utara, Upeks.co.id – Pemerintah Kabupaten Toraja Utara sukses mendapatkan predikat Universal Health Coverage (UHC) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Artinya, 95,9% penduduk Toraja Utara telah terlindungi ke dalam Program JKN.

Wakil Bupati Toraja Utara, Frederik V. Palimbong mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan, DPRD dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atas komitmennya dalam mendukung Pemerintah Kabupaten Toraja Utara dalam mewujudkan capaian UHC per 1 September 2022.

Bacaan Lainnya

“Capaian UHC ini bukan sesuatu yang selesai, ini permulaan. Menjaga itu sulit sekali, apalagi kalau kita melihat capaian hampir 96%, 4% lagi kapan ya?,” ungkap Frederik pada Penandatanganan Perjanjian Kerjasama tentang UHC, Rabu (31/08).

Frederik mengatakan, capaian UHC ini menunjukkan komitmen yang sangat besar dari Pemerintah Kabupaten Toraja Utara terhadap optimalisasi Program JKN. Ia menambahkan bahwa Pemkab Toraja Utara dan seluruh pemangku kepentingan Program JKN masih memiliki pekerjaan bersama, yakni mencari masyarakat yang belum mendaftar untuk menjadi peserta JKN.

“Kami telah berkomitmen menganggarkan iuran kesehatan untuk masyarakat Toraja Utara, inilah cara kita mewujudkan misi, yaitu meningkatkan derajat kesehatan di Toraja Utara,” ucapnya.

Bagi Frederik, dengan menjamin aspek finansial akan membuat semua orang akan membuat orang sakit sekalipun akan merasa tenang, dokter yang merawat akan merasa tenang, pimpinan juga akan merasa tenang, dan BPJS Kesehatan akan merasa tenang karena optimalisasi Program JKN berjalan baik di Toraja Utara.

“Suatu waktu Pak Bupati pernah mengatakan, kita bisa menunda pembangunan jalan dan jembatan, tapi kita tidak bisa menunda pelayanan terhadap orang sakit,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur SDM & Umum BPJS Kesehatan, Andi Afdal mengapresiasi atas capaian yang diraih oleh Pemkab Toraja Utara. Menurutnya, capaian tersebut merupakan bukti atas kolaborasi yang baik antara BPJS Kesehatan dengan DPRD dan OPD di Pemkab Toraja Utara khususnya Dinas Kesehatan, Dinas Dukcapil dan Dinas Sosial.

Afdal menambahkan, tugas selanjutnya adalah seluruh pemangku kepentingan Program JKN di Toraja Utara untuk membuat masyarakat lebih tenang dengan melakukan edukasi terkait prosedur dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan agar dijamin oleh BPJS Kesehatan.

Afdal sangat mengapresi komitmen dari seluruh pemangku kepentingan Program JKN di Tana Toraja. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama berkolaborasi mewujudkan tujuan jaminan kesehatan sampai pada level kecamatan, kelurahan dan lembang di Toraja Utara.

“Tujuan jaminan kesehatan itu tiga, yakni, pertama membuka akses. Akses yang dulu tak bisa dinikmati semua orang untuk berobat. Yang kedua cost, yang dulu tidak mau berobat karena alasan finansial. Yang ketiga akan memicu kualitas,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Toraja Utara, Nober Rante Siama menekankan alasan kenapa selama ini DPRD sangat tegas dalam mendorong Toraja Utara untuk segera UHC, karena jaminan kesehatan adalah hak dasar bagi masyarakat.

“Dengan the power of silahturahmi yang baik antara pemerintah daerah, legislatif serta dengan BPJS Kesehatan, hari ini seluruh masyarakat Toraja Utara dapat mengakses pelayanan kesehatan,” ungkapnya.

Salah satu peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD Toraja Utara, Veryanti Rante Sumule merasa sangat bersyukur karena bisa menjadi peserta JKN tanpa perlu membayar iuran. Baginya, UHC ini langkah yang sangat tepat dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Puji Tuhan, saya dan keluarga dapat mengakses pelayanan kesehatan tanpa khawatir memikirkan biayanya,” ungkapnya.