MAKASSAR, UPEKS.co.id — Dalam rangka melaksanakan pengabdian kemitraan wilayah pada masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unhas telah selesai melaksanakan Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) kepada masyarakat di Kecamatan Tinggimoncing, Gowa yang bertemakan:
“Pengembangan Ekowisata Sungai Bontolerung di Gowa” berlangsung Rabu, 7 September 2022 di kantor Kelurahan Bontolerung.
Sebagai bentuk pengembangan kemitraan wilayah Unhas (PPMU-PKW) dengan berbagai daerah di Sulawesi Selatan, Ketua Panitia Prof M. Idrus Taba mengatakan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membentuk komunitas pengelola Ekowisata Sungai Bontolerung.
“Komunitas adalah masyarakat yang memiliki lahan disepanjang sungai yang akan dikelola menjadi obyek wisata bekerjasama dengan
berbagai perusahaan pengelola wisata sungai. Selama ini, pengeloalaan berbagai obyek, baik perusahaan masupun komunitas masyaralat tertentu dikeloala secara sendiri-sendiri. Hal ini dapat menimbulkan konflik sosial yang tidak diinginkan,” kata Idrus Taba.
Melalui sosialisasi/FGD diharapkan berbagai unsur komunitas masyarakat, perusahaan wisata, pemerintah kelurahan dan kecamatan, dinas pariwisata dan kebudayaan Gowa dan LPPM Unhas dapat bersinergi dalam pengeloalan destinasi wisata di Gowa dengan bertumpu pada basis tiga pilar yang harmonis; ekonomi, sosial dan lingkungan.
Kegiatan yang dilaksanakan kemarin dihadiri oleh 3 narasumber, masing-masing: Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gowa, A. Tenriwati Tahrir,S.STP, Camat Tinggimoncong, Iis Nurasmi,SIP dan Instruktur/ Peneliti dari LPPM Unhas yaitu Prof. Dian Parawansa, Ph.D dan Dr. Muhamamd Ismail,M.Si dan diikuti oleh Komunitas Pengelola Wisata Sungai serta perusahaan wisata sebanyak 35 Peserta dan tiga orang mahasiswa Unhas pendamping FGD.
Hasiol Sosialisasi/FGD kemarin, yaitu telah terbentuk komunitas pengelola wisata sungai yang akan menyusun perencanaan Kerjasama dan program kegiatan dengan salah satu Perusahaan pengelola wisata sungai yaitu PT Bukti Milenia Indonesia (BMI) dengan didampingi Tim teknis dari LPPM Unhas. Harapan
selanjutnya, kata Prof. M. Idrus taba: “ terbentuknya komunitas pengelola wisata
sungai ini, akan memicu dan memotivasi semakin banyak terbentuk komunitas-
komunitas pengelola wisata berbasis desa, masyarakat dan lingkungan seperti;
wisata desa hutan adat, wisata desa sawah, wisata desa kuliner dan sebagainya
sehingga dapat meningkatkan ekonomi rumah tangga masyarakat sambil tetap
dapat menjaga kelestarian lingkungan alam dan sosialnya” demikian keterangan,” penutupnya. (rls)

