Kejagung RI  Apresiasi Kades Pannyangkalang Kreasi dan Invosai Bangun Rumah   Resroratif Justice

  • Whatsapp
Kejagung RI  Apresiasi Kades Pannyangkalang Kreasi dan Invosai Bangun Rumah   Resroratif Justice

TAKALAR, UPEKS.co.id — Kreatif, inovatif yang selama ini di bangun oleh kades Pannyangkalang Ahmad Sabang,sehingga dirinya mampu membuktikan dia seorang pemimpin yang bisa berbuat demi kemajuan dan kepentingan masyarakat,

Warga Desa Pannyangkalang Kecamatan Mangarabombang,patut berbangga karena memiliki seorang leader untuk memikirkan tingkat kesejahteraan masyarakat, tidak hanya itu,Ahmad Sabang  sudah membangun Baruga Adhyaksa Restoratif Jastice (RJ) Khusus Des Pannyangkalang kecamatan Mangarabombang Takalar Sul-Sel.

Bacaan Lainnya

Launching Rumah Restoratif Jastice (RJ) Desa Pannyangkalang dihadiri oleh Bapak Bupati Takalar H Syamsari,Kejari Takalar Salahuddin,dan Kejati Sulsel,Rabu,(16/3/22)

Selain itu Hadir juga Sekda Takalar Muhammad Hasbi Bantang, Kapolres AKBP Gotam Hidayat, Kepala Inspektorat Takalar Yahe,
Camat Mangarabombang,para kades.Toga dan Tomas.

Kepala Kejaksaan Agung RI dalam Video Conference menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terkait dalam kegiatan yang telah bekerja dengan penuh semangat.

”Kami sangat menyambut baik adanya kegiatan ini merupakan sebuah prestasi,dan  bukti keseriusan kita,untuk pembangunan hukum di Indonesia yang diatur dalam rencana pembangunan jangka menengah 2020-2024 di mana arah kebijakan dan strategi nasional.”terangnya.

Kata Kejagung RI perbaikan sistem hukum pidana dan perdata yang berkaitan dengan penerapan keadilan Salah satu hal yang menjadi perbedaan di dalam penyelesaian perkara ini.

“Disebabkan adalah adanya keadaan kembali kepada sebelum terjadinya tidak harmonis menjadi harmonis.”ujarnya.

Lebih dijelaskan Rumah Restorative justice merupakan suatu tempat yang mampu memberikan rasa aman nyaman dan semua orang kembali berkumpul dan tempat mencari kan solusi dari permasalahan, bisa menjaga kedamaian harmonis dan keseimbangan di dalam masyarakat.

Oleh karena itu saya Kejaksaan Agung RI dalam kesempatan ini memberikan nama ruang tersebut dengan rumah Justice (RJ)

“Rumah Restorative justice dengan nilai-nilai kearifan dan tumbuh dan berkembang di masyarakat secara umum di wilayah republik Indonesia dan Untuk menghidupkan kembali peran serta para tokoh masyarakat tokoh agama dan tokoh adat untuk bersama-sama dengan penegak hukum.”jelasnya.

Khususnya jaksa dalam proses penegakan hukum yang berkeadilan, di samping itu pembentukan rumah Restorative Justice dari suatu terobosan yang tepat menjadi sarana penyelesaian perkara persidangan sebagai solusi alternatif pemecahan masalah penegakan hukum

Sementara Bupati Takalar H.Syamsari Kitta kami  sangat bersyukur dan mendukung penuh terobosan Kejaksaan Agung RI dengan programnya Rumah Restorative justice di Desa Pannyakalan.

“Bapak Kejaksaan Agung RI, Kejati dan Kejari atas kerjasama dalam pendampingan hukum dengan Pemkab, maupun tingkat Desa, berharap agar Rumah Restorative justice akan dibangun setiap desa di kabupaten Takalar.”terangnya.

Sementara Kejari Takalar Salahuddin SH, keberadaan  Rumah Restorative Justice kejaksaan Negeri Takalar sudah 2 perkara terselesaikan Tampa melalui persidangan.

“Dalam Penangan perkara lewat RJ Kejari Takalar menghadirkan orangnya antara korban dan pelaku diantaranya kasus Pencurian motor dan pengerusakan pagar yang diselesaikan kejaksaan Negeri Takalar Tampa melalui persidangan.”ungkapnya.

Kepala Desa Pannyakalan Ahmad Saban sangat bersyukur dengan ditunjuknya Kejaksaan Agung RI, Kejati dan Kejari, desa pannyakalan menjadi Rumah Restorative justice itu suatu kebanggaan bagi masyarakat pannyakalan khususnya dan pada umum masyarakat Takalar.(Jahar)