Erick Thohir Dorong BSI Pusat Pertumbuhan Ekonomi Umat

Erick Thohir Dorong BSI Pusat Pertumbuhan Ekonomi Umat

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi bank syariah milik BUMN pusat pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.

Menurut Erick, hal tersebut dapat dilihat dari jumlah aset BSI, yang terus mengalami peningkatan dari sejak awal dibentuk. Awal pembentukan BSI memiliki aset Rp230 triliun saat ini BSI memiliki aset Rp270 triliun.

Bacaan Lainnya

“Peningkatan aset BSI ini artinya finansial syariah sekarang  mengalami pertumbuhan, sehingga BUMN memiliki mesin untuk mendorong industri ekonomi syariah. Industri halal harus bangkit, karena ekonomi ini ekonomi umat dan pertumbuhan ini bisa di dorong bangkit mulai dari masjid, pesantren yang menjadi mercusuar peradaban,” ujar Erick pada Muslim Leader Preneur, di Masjid Terapung, Pantai Losari, Rabu (30/3/2022).

Menurut Erick, keberadaan BSI memiliki peranan penting untuk memajukan sektor perekonomian. Lantaran sektor baik pertanian, investasi dan sebagainya semua membutuhkan finance. 

“Tidak kalah penting adalah berkaitan dengan keuangan karena tidak akan mungkin kita berbicara ternak, investasi jika tidak ada uang dan finance syariah terbesar di Indonesia sudah ada yaitu BSI, jauh sebelumnya kita tidak punya dan hari ini kita sudah punya dan  Bank Syariah Indonesia berada pada urutan ke 7 terbesar se-Indonesia, 12 terbesar di dunia,” tandasnya. 

Sementara Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunadi mengatakan BSI terus mendorong ekosistem berbasis syariah. Pengembangan tersebut dengan cara  meningkatkan kemampuan masjid melalui digitalisasi.

“Dari 700 ribu masjid yang tersebar di Indonesia diluar musholla, BSI sudah bekerjasama dengan DMI dari kerjasama ini sudah ada 40 ribu hingga 50 ribu, kita sudah digitalisasi, kita pasang Qris di kotak-kotak amal, untuk mengamankan dan memudahkan para jamaah untuk beramal,” ungkap Hery.

Tak hanya itu. Kata Hery, BSI terus berkomitmen meningkatkan ekosistem syariah di Indonesia dengan melalui program yang sementara dijalankan BSI saat ini yakin menjaring talenta wirausaha mudah, tujuannya untuk meningkatkan jumlah muslim preneur di Indonesia.

“Rencana program, kita sudah melakukan sosialisasi hampir 20 provinsi, harapannya, nanti kita mendapatkan 5000 calon pengusaha mudah muslim seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ia mengatakan pengusaha mudah muslim yang berhasil dijaring nantinya akan mendapat pendampingan semacam inkubasi dari BSI. Setelah itu akan ada terjaring pengusaha muslim yang mendapat awarding. 

“Para muslim preneur baik dari sisi konsep maupun bisnis akan mendapatkan awarding, bagi yang terpilih terbaik BSI senang hati menyediakan modal kalau memang layak mendapatkan modal pembiayaan, kalaupun tidak kita bisa menggunakan dana Laznas,” tutup Hery. (aca)